
"Jadi itu lah nak apa yang telah terjadi, mangka nya Sindi mengambil langkah ini, ia lebih memilih pergi dan meninggalkan kamu dari pada ia senang di atas penderitaan wanita lain, cukup Sindi saja yang merasakan kesedihan di hati nya, karena Sindi pernah bilang kalau Sindi tidak berhak mendapatkan atau bersanding dengan kamu nak, Sindi bukan lah wanita baik baik karena ia telah berbuat melebihi batas di saat ia belum menikah, kalau mengenai kasih sayang dari kamu dan Sindi, Sindi sangat bahagia sekali karena bisa masuk ke dalam keluarga Pamungkas." Ucap mama Citra
"Jadi Devi yang berbicara seperti itu pada Sindi ma?." Tanya Irsyad
"Iya saat mama sedang di rumah kalian,." Ucap mama Citra dan menceritakan semua nya di depan orang banyak.
"Mengenai Devi nanti biar jadi urusan Irsyad ma, mama tolong kasih kesempatan Irsyad untuk memperbaiki ini semua nya, Irsyad tidak mau kehilangan Sindi dan Omar." Ucap Irsyad yang terus terusan meyakinkan mama Citra dan papa Angga untuk memberi ijin bertemu dengan Sindi dan Omar.
Akhir nya usaha keras Irsyad membuahkan hasil, mama Citra dan papa Angga memberikan ijin dan waktu untuk Sindi dan Irsyad bertemu untuk menyelesaikan masalah mereka, tapi sebelum melangkah mama Citra bicara kalau nanti Sindi tidak berkenan tolong jangan di paksa, dan Irsyad mengiyakan.
Sindi yang sedang berada di dalam kamar nya untuk menidurkan Omar nya, tapi tiba tiba pintu kamar nya itu terbuka dan memperlihatkan sosok Irsyad yang sedang berdiri di ambang pintu menatap ke arah nya.
__ADS_1
"Bang Irsyad." Sindi mengucap lirih.
Sindi kaget atas kedatangan suami nya, sebenar nya Sindi rindu banget dengan sosok laki laki yang ada di hadapan nya, Sindi ingin memeluk nya, ingin mengutarakan rasa rindu nya pada suami nya, tapi segera Sindi urungkan niat nya, Sindi sudah membentengi diri agar ia tidak terlihat menyedihkan karena ia sudah berjanji kalau akan melepaskan Irsyad untuk Mela.
"Assalamualaikum Sindi, apa boleh abang masuk?." Irsyad bertanya terlebih dahulu meminta Ijin agar Sindi memberikan nya ruang di sana.
"Masuklah bang." Ucap Sindi.
"Maafkan abang tidak pernah mengatakan ini, abang fikir kamu bisa merasakan nya walaupun abang tidak pernah mengatakan nya secara langsung pada kamu sayang. Ucap Irsyad.
"Bang. Panggil Sindi.
__ADS_1
"Ssuuutttt Irsyad meletakkan jari telunjuk nya di bibir Sindi biarkan abang mengatakan nya sekarang, abang hanya ingin kamu mendengarkan nya, Abang bukan orang yang pandai merangkai kata cinta untuk mengungkapkan perasaan abang, tapi abang fikir perhatian dan kasih sayang yang selalu abang tunjukkan pada kamu itu sudah membuat kamu mengerti perasaan abang untuk kamu seperti apa, abang hanya berfikir kita sudah menikah dan sudah tidak akan ada masalah datang yang akan membuat kita jauh, karena itu abang tidak pernah mengutarakan isi hati abang selama ini pada kamu. Ucap Irsyad yang masih setia memeluk Sindi dengan sepenuh hati, seperti tidak mau kehilangan istri nya lagi.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1