
huh.....Juna mengbuang nafas beratnya
" Mom, Abang minta maaf ya!."
" Memang kenapa Abang harus minta maaf sama Mommy?."
Juna duduk di lantai dan berhadapan dengan Mommynya lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Mommy, Juna mulai menceritakan dari awal sampai akhir kejadian di perusahaannya, tanpa terlewatan sedikit pun kepada Mommy, sedangkan Mommy hanya mendengarkan saja tanpa menyela ucapan putranya itu serta membelai kepala Juna, Mommy pun merasakan apa yang dirasakan oleh putranya, Sedangkan di balik pintu sang Daddy, omma dan oppanya mendengarkan saja, mereka tidak mau mengganggu cerita sang anak kepada mommy, mereka tahu kalau Juna sangat dekat dengan Tika, hanya Tika yang bisa menyelami perasaan sang anak, Bagas, Oppa dan Ommanya bukan tidak peduli sama Juna, tapi bagi Juna hanya Mommynya yang bisa menjadikan tempat curhatan hatinya, seorang ibu yang akan setia mendengar cerita keluh kesah anak-anaknya dan untuk keluarga lainnya juga selalu menjadi menjadi temoat cerita Juna tapi setelah Mommynya
" Bang, Abang tidak salah nak, Abang sudah mengambil sikap tegas abang, Abang memang orang yang sangat baik nak, tapi jangan sampai kebaikan abang di salah gunakan oleh orang lain apalagi itu kedepannya akan membawa dampak negatif buat banyak orang, lebih baik abang kehilangan satu orang yang tidak berkompeten dari pada kehilangan banyak orang dengan berbagai ke ahlian." Ucap Tika memberi semangat pada putranya
__ADS_1
" Tapi Mom, bagaimana dengan Oppa dan Daddy, Apalagi Pak Roni bekerja disana sejak perusahaan masih merintis Mom?."
" Kamu tenang aja Bang!."
Pintu terbuka, ternyata 3 sosok yang selalu di hormati, sayangi dan di kagumi masuk bersama ke kamar Juna
" Kamu tenang aja bang!." Ucap kembali sang Oppa
" Emangnya kamu sudah tahu bang, alasan Pak Roni melakukakn itu?." Tanya Oppa
__ADS_1
" Iya Oppa, alasannya bilang kalau di buat berobat Oppa, tapi kak Beni sudah menyelidikinya Oppa, ternyata uang itu dipakai buat berfoya-foya, anak dan istrinya selalu hidup dengan bergelimang harta, mereka berdua tidak mau tahu Pak Roni dapat uang dari mana, yang penting mereka berdua bisa pergi jalan-jalan dan berbelanja." Ucap Juna
" Apa abang mempunyai bang, Mommy Daddy, Omma dan Oppa tidak mau kalau itu hanya kata orang dan itu akan menimbulkan fitnah Nak?." Tanya Mommy
" Ada Mom, Abang punya semuanya." Juna berdiri mengambil beberapa map dari dalam tas lalu menyerahkan kepada Daddy dan Oppanya, serta mengambil Hp nya untuk menunjukkan vidio yang tadi sempat di minta oleh Juna pada Beni untuk mengcopy dan menyimpannya di hpnya
Setela mereka semua melihat barang bukti yang di serahkan oleh Juna, mereka semua kaget bagaimana tidak, selama Oppa memimpin perusahaan itu, Oppa tidak pernah menaruh curiga sedikit pun pada Roni, apalagi setelah membaca berkas-berkas yang di serahkan Juna, ternyata Roni sudah melakukan cukup lama dan posisi masih Oppa yang memimpin perusahaannya
" Bang, Oppa tidak marah sama Abang, malah Oppa bangga sama abang
__ADS_1
🌷🌷🌷
Boleh tidak ya, kalau saya minta Vote atau Tips