CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 65


__ADS_3

Kini mereka berdua mulai berlari-lari kecil mengitari pantai kesana kemari, sehingga membuat keakraban dan kemesraan kian terjalin satu sama lain.


" Nggak terasa sudah petang ya bang?," Ais tertuduk lemas di atas hamparan pasir


" Iya sayang, sepertinya sudah waktunya kita pulang." Ajak Juna, kini Juna mengulurkan tangannya.


" Nanti dulu bang, kita tunggu Sunset disini ya," Jawab Ais


" Jadi adik masih mau disini?." Tanya Juna


" Iya bang, adik masih ingin disini melihat Sunset dulu." Ais menatap lembut namun penuh dengan arti, seolah-olah Ais juga mengajak Juna agar mau duduk bersamanya.


" Baiklah kalau adik masih mau disini, abang juga akan menemani adik." Kini Juna ikut duduk di samping Ais


🌹🌹🌹


Setelah selesai menikmati makan malam yang disajikan oleh para pelayan. selesai makan mereka kembali ke kamarnya,


" Sayang, abang keluar bentar ya sama Pram, adaa urusan sebentar." Ucap Juna sambil mencium kening Ais


" Iya bang, hati-hati ya, adik tunggu di kamar ya," Ucap Ais sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Juna disertai mata genitnya lalu mencium bibir Juna sekilas

__ADS_1


Juna langsung keluar dari kamar dengan cepat karena Juna tidak bisa menahan kalau terus berada di dekat istrinya yang centil itu.


Sedangkan Ais yang berada didalam kamar keluar menuju balkon kamarnya untuk sekedar menikmati udara pantai di malam hari, namun hembusan angin sepoi-sepoi sangatlah dingin sampai menusuk hingga ke tulang, sehingga Ais memilih untuk masuk kedalam kamar kembali.


" Abang kemana ya? kok sampai jam segini belum pulang juga." Ais berbicara sendiri


Ais kembali ke tempat tidur, kantuk yang mendera mata Ais sudah tidak bisa ditahan lagi, Ais membaringkan tubuhnya di tempat tidur, tidak butuh lama Ais tertidur.


sekitar pada jam 23.45 Juna kembali dari luar, dilihatnya ternyata istri tercintanya sudah tertidur.


" Sayang," Ucap Juna dengan lembut namun tidak ada respon dari Ais


" Sayang bangun." Juna kembali mencoba membangunkan Ais dan sepertinya usahanya untuk membangunkan Ais berhasil


" Abang dari mana? kok jam segini baru pulang." Tanya Ais yang melihat jam pada ponselnya


" Sekarang adik ikut abang ya! ganti baju dulu, abang tunggu di soffa ya?." Jawab Juna


" Mau kemana bang?."


" Udah nanti adij akan tau sendiri ok, buruan."

__ADS_1


Kini mereka pun keluar dan berjalan menuju ke arah luar Villa, tapi sebelum sampai ditempat tujuan Juna menutup mata Ais dengan sapu tangan Juna


" Bang!." Ucap Ais


" Sudah adik ikut saja ya, nanti adik hitung 1 sampai 10 ya baru buka ikatan nyang ada di mata adik."


" Tapi jangan tinggalin adik bang." Ucap Ais seperti orang ketakutan karena sudah tengah malam


" Iya,"


Setelah sampai di tempat tujuan Juna yang tadinya menuntun Ais, sekarang Juna melepaskannya dan bersembunyi


Ais mulai menghitung angka mulai 1 seperti yang di kasih tahu oleh suaminya, setelah tepat di angka 10 Ais membuka dan melihat sekitarannya yang snagat gelap, yang ada hanya deru suara ombak


" Bang, abang, abang Juna, jangan tinggalin adik bang, adik takut, abang ada dimana bang."


Ais berteriak terus, meskipun Ais berteriak tapi tetap saja suara lembutnya tidak terlepas begitu saja.


**Hayo tebak mau kemana???


🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya kan, Like, Vote, Rate, Favorite dan tips dari pada disimpan, terima kasih**


__ADS_2