CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 110


__ADS_3

" Abang tidak marah sama Sindi, kalau kamu ingin menangis, menangis lah Sin, abang akan selalu ada di samping kamu, puaskanlah kalau kamu mau menangis, keluarkan isi hati yang membuat dada kamu sesak, setelah itu kamu harus janji sama abang kalau kamu akan tersenyum lagi, tidak ada tangisan lagi," Ucap Irsyad yang membelai kepala Sindi yang tertutup hijab


Sindi yang mendengar ucapan suami nya, Sindi malah menangis tersedu-sedu cukup lama, hingga kaos Irsyad basah karena tangisan Sindi, beberapa saat tangisan Sindi sudah mereda, Irsyad melonggarkan pelukan nya dan memegang kedua bahu Sindi


" Sin, kalau kamu butuh seseorang untuk berbagi cerita abang siap Sin, abang merasa senang kalau kamu bisa cerita ke abang, kalau kamu cerita sama abang berarti kamu menganggap abang suami kamu, suami kamu adalah tempat untuk mu berbagai cerita Sin, bukan maksud abang melarang kamu bercertia kepada mama, sabahat atau yang lain nya, abang tidak melarang tapi lebih alangkah baik nya kamu bercertia kepada suami kamu dulu, kalai suami kamu memberi ijin bercerita ke orang lain baru kamu bercerita, abang berbicara seperti ini karena kamu sudah menikah, kamu bukan seorang gadis lajang, karena semua yang telah kamu perbuat semua itu akan di tanyakan oleh Allah kepada abang selaku suami kamu." Irsayd mencoba menjelaskan agar Sindi mulai terbuka pada diri nya yang notaben nya adalah suami sah nya.


Memang benar hubungan Sindi dan Irsyad sudah seperti layak nya suami istri pada umum nya, tapi Irsyad masih belum sepenuh nya memahami Sindi, karena Sindi sedikit tertutup pada diri nya


" Abang, Sindi minta maaf ya karena masih belum bisa terbuka sama abang, baik bang, mulai sekarang Sindi akan menjadi istri yang semesti nya,." Ucap Sindi

__ADS_1


" Alhamdulilah kalau kamu paham Sin, dan apa boleh abang bertanya, tapi kalau kamu tidak mau menjawab juga tidak apa Sin, apa hubungan kamu dengan Dio Sin, jujur abang selama ini tidak tahu kalau kamu memiliki hubungan dengan Dio, tadi abang sempat bertanya-tanya siapa dia, ternyata setelah Dio bilang kalau putra dari mami Vika dan papi Arman, abang baru tahu, karena abang dan Dio terakhir bertemu di SMP setelah itu kami tidak bertemu, bagaimana pun juga abang merasa tidak enak Sin, seperti abang merebut kamu dari Dio, bagaimana kalau mami dan papi tahu, kamu tahu sendiri kan Sin, bagaimana hubungan persahabat antara mama Citra, mommy dan mami Vika, serta papa Angga, daddy dan papi Arman, abang tidak mau kalau akan rusak hubungan mereka." Irsyad sedikit kaget dan kecewa sama Sindi


" Sindi akan bercerita bang, mulai dari awal sampai tadi, tapi janji abang jangan potong cerita Sindi nanti." Ucap Sindi


" Baik abang janji." Jawab Irsyad


...🌷🌷🌷...


" Assalamualaikum mi." Ucap Dio pada mami Vika

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam nak, kamu dari mana saja, sudah siang begini baru sampai rumah." Ucap mami Vika


" Habis jalan-jalan mi, bosen di rumah, adik-adik sama papi kemana mi?." Tanya Dio


" Adik-adik kamu main sama teman-teman nya, biasa mumpung hari libur kata nya, kalau papi lagi main sama daddy Bagas dan papa Angga, kata nya mau buat proyek, tapi mai tidak tahu." Jawab Vika


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2