CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 169


__ADS_3

" Vik, kamu kenapa?", Tanya Tika


" Gak papa Tik,


" Kamu gak bisa bohongi aku


" hemmm, aku melihat putra putri mu, pengen banget Tik


" Sabar ya Vik, semua pasti ada jalannya, Kamu percayakan sama janji Allah


" Iya Tik, makasih ya


" nak, kamu tenang dulu jangan gelisah, usia pernikahan kamu masih belum ada stu tahun, mama dulu harus lama untuk mendapatkan Bagas, berbagai pengobatan mama dan papa lakukan, sampai dimana mama ada di titik bosan dan pasrah malah di akhir-akhir pengobatan dan iktiar mama dan papa berhasil dan mama mengandung Bagas, mangkanya mulai di dalam kandungan sampai sekarang mama dan papa tidak pernah marah dan begitu pula dengan Bagas, Dia tidak pernah marah atau membantah mama, yang terpenting sekarang kamu berpasrah diri sama Allah, lakukan pengobatan dan Iktiar ya nak, apalagi Arman selalu ada di sisimu dan selalu mendukung apa yang kamu perbuat nak


" makasih ya ma, mama adalah seorang ibu terhebat, Vika pengen mempunyai mama seperti mama


" Kamu kan memang putri mama nak, kenapa harus pengen, jadi mulai sekarang kalau ada apa-apa tidak perlu sungkan ya, mama akan selalu ada buat putra putri mama


" iya ma, Vika memeluk mama Bagas sambil meneteskan air matanya


" nak, kamu juga sudah mama anggap putri mama juga, jadi jangan merasa sendiri ya", Ucap mama Bella

__ADS_1


" makasih ya ma


" sama-sama nak


" meskipun mama sudah kehilangan Bella selamanya tapi sekarang mama mendapatkan 3 putri dan 3 putra serta 5 cucu dan 1 cucu masih di dalam kandungan, lengkap sudah kebahagian mama


para perempuan saling berpelukan


" Wah ada apa ini kok suasanaya jadi mellow begini?", Tanya papa Bella dan papa Bagas


" mama senang pa, kita sekarang punya putri dan putra serta cucu pa", Ucap mama Bella


" wah jadi kita sekarang resmi ya jadi keluarga besar, tidak ada lagi permusuhan di antara kita


" pasti dong", pelukan antara Papa Bagas, Papa Arman, Papa Bella dan Ayah


" wah kita ketinggal ini, Ucap Arman berjalan menuju kerumunan para orang tua di ikuti oleh Angga dan Bagas


" kalian itu masih muda kenapa selalu iri lihat kita para begini


" bukannya kita iri pa, tapi kita bahagia melihat papa dan mama berpelukan begini, kesempurnaan keluarga kita sekarang", Ucap Arman

__ADS_1


" Emm, orang dewasa membuat Abang bingung", Juna berceloteh sambil menepuk dahinya


mereka semua yang mendengar celotehan Juna tertawa sampai perut sakit


" Abang kenapa bingung?", Tanya Bagas


" Dad, Abang bingung gara-gara meihat oma oma dan oppa oppa berpelukan kan jadi buat Abang ingin berpelukan juga, terus Abang berpelukan sama siapa?", Ucap Juna sambil memanyunkan bibirnya seperti bebek


" kan Abang bisa berpelukan sama adek Bang", Sahut Angga


" No pa, dedek masih kecil tidak bisa di ajak berpelukan


" kalau begitu kiga berpelukan ya", Juna di peluk oleh Arman, Angga dan Bagas


dan itu membuat semua orang disana tertawa kencang karena Juna lari tidak mau di peluk oleh papa, papi dan Daddy nya


" hos hos, ah abang capek, bikin pusing orang dewasa", Ucap Juna sambik melangkah pergi kedapur untuk minum


---------


Stay terus ya kak, Jangan lupa tinggalin jejakā¤

__ADS_1


__ADS_2