
" Ya sudah kalau gitu entar jam 11.00 kita berangkat kalau gitu gue keluar dulu." Jawab Adit.
" Ok." Jawab Ray.
Ray dan Adit mengakhiri pembicaraan mereka berdua dan Adit segera keluar dari ruangan bos nya itu.
Tepat pukul 11.30 Ray sudah sampai di resti depan RS, sebelum Ray berangkat, Ray menelpon istri nya terlebih dahulu untuk menceritakan rencana sebenar nya dari pertemuan Ray dengan rekan bisnis nya dan untung saja Mesya mengerti dan setuju dengan rencana Ray.
" Tok tok tok." suara ketukan pintu ruangan kerja Ray.
" Bos berangkat sekarang." ucap Adit.
" Iya loe sudah siapin semua berkas nya." Tanya Ray.
__ADS_1
" Iya sudah, semua sudah beres. Jawab Adit.
Mereka pun akhir nga berangkat, 30 menit di perjalanan Ray dan Adit akhir nya sampai di resto, terlihat sudah ada mobil pak Surya terparkir di depan resto.
Ray dan Adit segera memasuji resto, tidak lhpa dia mengirimkam pesan untuk istri tercinta nta agar datang setelah 30 menit lagi dari waktu sekarang.
Ray dan Adit pun mencari tempat duduk yang sudah di pesan sebelum nya oleh Adit, dan tidak jauh dari tempat nya, berdirilah seorang bapak bapak yang lumayan berumur sekitar lima puluh tahunnan dan seorang gadis cantik tapi tidak terlalu cantik dari istri Ray dan juga tidak terlalu tinggi dan satu lagi hal yang sangat di benci oleh Ray adalah pakaian yang di kenakan nampak sangat kekurangan bahan.
" Selamat siang pak Ray." Sapa pak Surya.
" Pak Ray masih ingat dengan putri saya?." Tanya pak Surya sambil menyikut pelan tangan putri nya untuk bersalaman dengan pak Ray.
" Oh." Kata Ray
__ADS_1
" Ini putri bapak, saya kira tadi sekretaris nya bapak, maaf kan saya." Ucap Ray sambil duduk tanpa menunggu Sisil memperkenalkan nama nya, Ray pun sudah mulai membahas masalah proyek.
" Wah buru buru sekali pak Ray, santai saja kita masih banyak waktu kan untuk membahas proyek ini, bagaimana saya dengar pak Ray baru saha menikah? Dan kalau tidak salah istri bapak bekerja di butik ya pak?." Tanya pak Surya yang membuat Ray emosi, dan ternyata dugaan nya benar, pak Surya mulai menjalan kan rencana nya.
" Emmm iya." Ray hanya menganggukan dan menjawab iya sekilas lalu menatap Sisil dan pak Surya secara bergantian.
" Wah sayang sekali ya pak, pangusaha sukses seperti bapak seharus nya menikah dengan wanita yang tepat dan berpendidikan tinggi, oh iya Sisil sekarang sedang menyelesaikan studi nya di Australia, Sisil mengambil jurusan menejemen bisnis, ya seperti pak Ray tahu, Sisil akan meneruskan bisnis saya, jadi dia harus sekolah tinghi dan di universitas yang ternama tentu nya." Ucap pak Surya dengan begitu sombong nya, membanggakan Sisil di depan Ray.
Sementara Sisil hanya tersenyum sambil membusung kan dada nya dan berharap Ray tergoda dengan penampilan nya.
" Mas Ray mau pesan makan apa nanti biar Sisil yang pesan kan." Ucap Sisil yang akhir nya membuka suara nya dengan mencoba melembut lembut kan suara nya agar Ray terpikat oleh nya, padahak itu malah membuat Ray ingin muntah
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...