
Acara di lanjutkan setelah dhuhur dengab resepsi sederhana untuk keluarga, saudara dan teman di Surabaya karena memang ini di peruntukkan keluarga saja, dan untuk resepsi untuk Clien-clien Kayla dan Sandu satu minggu lagi
Sandi dab Kayla berdiri bak raja dan ratu sehari pelaminan, mereka menerima ucapan selamat dari setial tamu yang hadir, senyum kedua mempelai merekah di wajah mereka menunjukkan kebahagiaan mereka berdua.
Sandi memakai kemeja dan jas senada dengan gaun milik Kayla yang sangat serasi dengan nuansa di pelaminan dan kecantikan kedua mempelai, yang terlihat sangat mempesona
Di iringi dengan musik yang di datangkan untuk menghibur para tamu, banyak sekalu dari saudara, kerabat dan teman yang menyumbangkan beberapa lagu sebagai ucapan selamat untuk kedua mempelai
Di acara itu pun Juna dan Aisyah pun ikut serta mengahdiri pernikahan adiknya. Juna menyumbangkan sebuah lagu khusus untuk adik perempuan tercintanya bersama dengan sang istri
Selamat siang semuanya, saya ucapkan kepada adik perempuan saya yang kini telah menjadi milik suaminya." Tepuk tangan pun bergemuruh dari para tamu undangan yang melihat Juna naik ke atas panggung kecil di hadapan mereka, Kayla tersenyum melihat abangnya yang biasanya hanya diam naik ke atas panggung untuk pertama kalinya
" Selamat menempuh hiduo baru, di berikan keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, Saya persembahkan sebuah lagu khusus untuk kedua mempelai, kedapa Aisyah silahkan naik ke atas panggung untuk menemanu saya." Tepuk tangan pun semakin keras saat Juna meminta kekasih halalnya agar bisa ikut bernyanyu bersamanya
" Sebuah lagu saat bahagia dari ungu, akan saya nyanyikan ala saya dah kekasih halal saya.", Tepuk tangan pun semakin riuh hingga Kayla dan Sandi pun tersenyum bahagia
Petikan gitar Juna membuat semuanya bertepuk tangan, mereka terlihat sangat serasi
...Saat bahagiaku...
...Duduk berdua denganmu...
...Hanyalah bersamamu...
...Hmm ......
...Mungkin aku terlanjur...
...Tak sanggup jauh dari dirimu...
...Kuingin engkau selalu...
...'Tuk jadi milikku...
...Kuingin engkau mampu...
...Temani diriku...
...Sampai akhir hayatmu...
__ADS_1
...Meskipun itu hanya terucap...
...Dari mulutmu...
...Dari dirimu yang terlanjur mampu...
...Bahagiakan aku...
...Hingga ujung waktuku...
...Selalu...
...Seribu jalan pun kunanti...
...Bila berdua dengan dirimu...
...Melangkah bersamamu...
...Kuyakin tak ada satu pun...
...Yang mampu merubah rasaku untukmu...
...Kuingin engkau selalu...
...'Tuk jadi milikku...
...Kuingin engkau mampu...
...Temani diriku...
...Sampai akhir hayatmu...
...Meskipun itu hanya terucap...
...Dari mulutmu...
...Dari dirimu yang terlanjur mampu...
...Bahagiakan aku...
__ADS_1
...Hingga ujung waktuku...
...Selalu...
...Mungkin aku terlanjur...
...Tak sanggup jauh dari dirimu...
...Kuingin engkau selalu...
...'Tuk jadi milikku...
...Kuingin engkau mampu...
...Temani diriku...
...Sampai akhir hayatmu...
...Meskipun itu hanya terucap...
...Dari mulutmu...
...Dari dirimu yang terlanjur mampu...
...Bahagiakan aku...
...Hingga ujung waktuku...
...Selalu...
Semua bertepuk tangan di akhir lagu duet antara Juna dan Aisyah
" Mas turun sebentar ya sayang." Sandi pamit ke Kayla dan turun dari pelaminan
" Mas kemana?." Suara Kayla seperti berbisik dan Sandi hanya tersenyum
Ternyata Sandi menuju ke panggung di mana Juna belum turun, semua mata tertuju kepadanya kemudian mereka berbicara
" Maaf saya nggak jadi turun, ternyata adik ipar saya akan mempersembahkan sebuah lagu untuk istri tercintanya." Suara Juna memicu tepuk tangan kembali dan semua mata menatap sosok Sandi di atas panggung memegang mixkrofon sedangkan Juna siap memetik gitarnya kembali
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...