
"Sin, kakak tidak tahu kamu dan Irsyad lagi ada masalah apa, tapi memang seharusnya seorang istri mengikuti dimana pun suami berada, kakak harap kamu bisa bersikap dewasa dalam menyikapi setiap masalah." Ucap Fikri
"Abang tunggu sebentar ya, Sindi ambil barang-barang dulu." Sindi kembali ke kamar Naya, saat sampai di kamar Sindi kembali menangis, Naya ikut menyusul ke kamar nya
"Sin, apa kamu yakin mau ikut pulang sama kak Irsyad?." Tanya Naya
"Iya, Maaf ya Nay sudah buat keributan di rumah kamu." Jawab Sindi
"Kalau itu sudah keputusan kamu, aku sebagai sahabat akan selalu mendukung semua keputusan yang kamu ambil, nanti kalau ada apa-apa hubungi aku ya."Pinta Naya pada Sindi
"Terima kasih ya Nay, kamu selalu ada saat aku butuh kan, kamu adalah sahabat terbaik ku." Jawab Sindi
"Uhhh sini-sini, uluh-uluh peluk-peluk." Sikap manja Naya keluar
Naya mengapit tangan Sindi, mereka menuruni anak tangga beriringan
__ADS_1
Irsyad seperti kehilangan kesabaran nya, dengan segera Irsyad mengambil tas di tangan Naya dan meraih tangan Sindi dari tangan Naya
"Nay, terima kasih sudah menjaga Sindi dengan baik, maaf jadi merepotkan kalian." Ucap Irsyad pada Naya dan Fikri
"Oke tidak masalah, aku cuma minta ke kakak jaga Sindi dengan baik, bahagiakan Sindi "Sahut Naya
"Ya sudah kalian cepat pulang, ini sudah malam, kasihan Sindi pasti sudah lelah." Fikri ikut angkat bicara
Di dalam mobil suasana sangat hening, tidak ada perbincangan di antara kedua nya, seperti biasa nya sampai tiba di pagar rumah dinas, Sindi segera turun dari mobil dan membuka pintu belakang mobil Irsyad untuk mengambil barang-barang nya, Irsyad dengan secepat kilat menyambar tas milik Sindi
"Aku bisa bawa sendiri." Sindi mencoba meraih tas milik nya, tapi Irsyad tidak memberikan nya justru menarik tangan Sindi untuk mengikutu langkah nya menuju rumah mereka setelah memakirkan mobil nya
Irysad membuka pintu rumah dinas nya, langkah kaki nya di ikuti Sindi, Sindi membawa tas milik Sindi ke dalam kamar dan merapikan kembali pakaian milik Sindi ke dalam lemari.
"Bang, jangan seperti ini, Sindi bisa merapikan pakaian Sindi sendiri." Sindi merasa sangat malu, bagaiamana tidak di dalam tas milik nya terdapat juga pakaian dalam milik nya, tapi Irsyad seperti hilang rasa malu nya dengan begitu santai nya Irsyad merapikan pakaian Sindi
__ADS_1
Setelah selesai merapikan pakaian, Irsyad kembali menarik tangan Sindi, kini mereka menuju dapur, Irsyad menarik satu kursi dan meminta Sindi untuk duduk di sana, sedangkan Irsyad menuju pantry untuk membuat hidangan makan malam untuk mereka, Sindi yang melihat Irsyad sibuk menyiapkan bahan masakan, bermaksud untuk membantu nya, tapi Irsyad menolak dan meminta nya kembali duduk, hingga akhir nya Sindi pasrah saja, dia benar-benar tidak ingin Irsyad bersikap dingin seperti tadi pagi.
Sekitar 30 menit Irsyad menyelesaikan masakan nya, Irsyad membuat nasi goreng karena menu itu lah yang familiar bagi ia masak, membawa satu piring nasi goreng ke atas meja makan.
"Kenapa cuma satu piring bang, apa abang ingin Sindi buatkan sesuatu seperti kopi hitam atau yang lain nya?."Tanya Sindi
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1