CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 239


__ADS_3

"Apa sebenar nya yang tuan inginkan hah?." Ucap Sindi dengan suara sedikit tinggi.


"Nak saya hanya ingin memperbaiki yang terjadi di masa itu." Ucap pak Danu dengan wajah yang mulai lesu.


Ia tertunduk mengingat kembali apa yang ia dan istri nya lakukan dulu dan entah bagaimana kehidupan Sindi selama ini membesarkan bayi dalam kandungan nya setelah ia tahu Sindi mengembalikan semua aset yang Ikbal berikan pada nya.


"Saya salah saat itu, dan saya minta maaf atas waktu yang lalu, atas apa yang saya dan istri saya perbuat pada kalian, saya mohon maafkan saya, dan biar kan saya menebus kesalahan saya dengan membahagiakan Omar cucu saya." Ucap pak Danu


Luka itu kembali terbuka, ingatan tentang diri nya di hina oleh mama nya Ikbal yang tidak lain adalah ibu kandung Ikbal kekasih nya, kembali tergambar dalam ingatan Sindi, Sindi tidak kuasa menahan perasaan sakit hati nya saat itu dalam kondisi hamil di fitnah ingin menguasai harta kekasih nya.


Tapi saat ini Sindi tidak dapat menjawab satu pun kata kata hanya air mata nya yang mengalir membasahi wajah nya.


"Ayo nak kita pulang dan dimana bibi nak." Ucap nya pada Omar.


Omar kemudian menunjukkan ke arah dimana bibi bersama Zhifa.

__ADS_1


Pak Danu hanya dapat menyaksikan kepergian mereka tanpa dapat berbuat banyak, hanya penyesalan yanga ada di hati nya, bagaimana ia membiarkan cucu kandung nya selama ini hidup dengan susah tanpa ia membantu nya sedikit pun.


Tapi kenapa mereka ada di sini, apakah gadis itu kerja di sini." Fikir pak Danu.


Tanpa terasa bulir bulir air mata itu turun, Danu tidak dapat menahan kesedihan nya.


Flashback.


Omar sedang bermain di taman bersama bibi dan adik nya Zhifa, karena Omar menendang bola nya terlalu kencang hingga bola itu bergulir menjauh dari nya, ia berlari untuk mengejar bola itu, ternyata bola itu berhenti setelah menyentuh sepasang kaki panjang yang tengah duduk di bangku taman.


Memberikan bola itu pada Omar, tapi setelah ia memberikan bola nya, Danu justru melihat putra kecil nya, wajah Omar sangat mirip dengan wajah Ikbal saat kecil, mata nya yang sipit dan senyuman nya..


"Tunggu." Ucap Danu menghentikan Omar yang sudah bersiap untuk pergi.


"Ohh putra ku, kamu adalah putra ku kan? Apa Tuhan mengirim mu kembali menjadi anak anak, aku tidak perduli itu, tapi kamu putra ku... Papa sangat merindukan kamu nak, jangan tinggal kan papa nak, papa mohon maafkan kesalahan papa di masa laku, papa janji akan menuruti semua keinginan kamu, papa janji nak." Ucap Danu di iringi tangisan dengan terus menerus memeluk Omar kecil.

__ADS_1


"Kakek.. kenapa kakek menangis?." Tanya Omar yang merasa punggung nya basah oleh air mata Danu.


"Kakek???." Ucap Danu mengulang, jadi kamu bukan Ikbal, kamu bukan putra ku, aku sangat merindukan putra ku nak, wajah kalian Sangat mirip, dulu dia seusia kamu, kakek sering membawa nya bermain bola tapi..."ucapan Danu terhenti.


"Tapi kenapa kakek??? Kakek jangan bersedih ya." Ucap Omar memberikan semangat agar kakek Danu tidak bersedih lagi.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2