CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 153


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan kedua orang tua Bella, Angga sedikit menjadi sosok pendia, semua kenangannya bersama Bella terlintas lagi di dalam ingatannya, janjinya juga, dia sangat terpukul atas kepergian Bella, bagaimana pun dia ikut andil atas kepergian Bella, dia bingung. Bagas yang habis dari mengantarkan istrinya untuk memeriksakan kandungannya mampir ke ruangan istri sahabatnya itu dan melihat Angga sedang melamun jadi Bagas mendekatinya


" bro ngapain ngelamun (Bagas menepuk bahu Angga)


" tidak apa-apa bro


" kamu tidak usah membohongiku, aku paham betul bro


" aku galau bro


" (Bagas mengerutkan dahinya), maksudnya?


" tadi kan aku sempat bertemu dengan orang tua Bella, beliau mengatakan kalau semua ini adalah perbuatan Bella sampai-sampai membuat Citra tidak bisa melihat,,, dan sekarang Bella sudah meninggal dunia, aku merasa bersalah sama Bella bro, aku pernah janji sama Bella untuk menikahinya, tapi malah aku menikah dengan Citra, aku dulu janji sama Bella hanya untuk memotifasi dia agar segera sembuh dari sakitnya, dan ah semua bingung aku bro


" gini saja bro, meskipun aku sudah tahu semuanya, aku sebagai sahabat tidak mau ikut terlalu dalam dengan urusan rumah tangga kamu, hanya sebagai sahabat aku hanya bisa mengingatkan kembalikan semuanya sama yang kuasa, Allah yang memberikan cobaan pasti Allah juga akan memberi jalan pada umatnya, kita sekarang sudah menjadi kepala rumah tangga, kita sebagai nahkoda kapal, semua tergantung nahkodanya mau di bawa kemana kapal tersebut, kalau nahkodanya saja bingung, bagaimana dengan penumpangnya, maaf bukannya aku mengurui kamu bro, aku juga belajar menjadi nahkoda yang baik buat istri anak dan calon anak-anakku yang ada diperut istriku


" iya bro, makasih atas sarannya, maafkan aku, selama kamu berada di RS aku tidak....


" (Bagas langsung memotong ucapan Angga), sudahlah bro tidak usah di ungkit-ungkit lagi, semuanya juga sudah berlalu, aku dan istriku juga paham kok


" terima kasih ya bro (Angga memeluk Bagas)


Tap Tap Tap, suara kaki melangkah mendekat ke arah Angga dan Bagas

__ADS_1


" selamat siang pak


" selamat siang Dok


" maaf pak, kami terlambat


" tidak apa-apa Dok, mari


setelah membuka perban di mata Citra


" Bu, silahkan membuka matanya pelan-pelan saja ya?


" iya Dok (ucap Citra)


Citra membuka matanya pelan-pelan dengan melafalkan doa didalam hatinya, sedangkan yang lain jantungnya juga berdetak begitu cepat


" iya by, ini mas


" mas, aku bisa melihat lagi mas


Alhamdulilah, semua mengucapka syukur tiada tara atas kesembuhan Citra


" selamat ya Bu Pak, atas kesembuhannya, kalau dalam sehari ini kondisi ibu beserta kandyngan ibu stabil, besok sudah bisa pulang,

__ADS_1


" terima kasih Dok


" sama-sama pak, kalau begitu kami permisi dulu


Dokter dan perawat keluar dari ruangan Citra


" Alhamdulilah ya Cit, kamu sudah bisa melihat


" iya Tik, Vik, terima kasih ya sudah mau selalu berada di sampingku


" sama-sama Cit,


" Tik, perut kamu kok besar banget, sudah berapa bulan sekarang?


" Alhamdulilah kata Dokter tadi kalau sesuai dengan HPL 2 minggu lagi,,,


" kamun tidak capek Tik, aku saja yang 1 kadang-kadang mengeluh capek padahal baru berapa bulan,


" capek pasti capek Cit, tapi aku syukuri aja moment ini, karena ini hanya 9 bulan saja,


"itu by dengerin apa ucapan Tika(Angga ikut menimpali ucapan Tika)


" iya-iya mas, aku mengerti

__ADS_1


------------------------------


Ye Citra sembuh dan bisa melihat lagi


__ADS_2