CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 8


__ADS_3

" Sama-sama om tante, kalau begitu Irsyad pulang dulu, Assalamualaikum." Salam Irsyad


" Wa'alaikumsalam." Ucap papa


setelah Irsyad keluar dari rumah Ikbal, papa membawa mama untuk masuk ke dalam kamar agar bisa tidur


Semua orang yang berada disana sedang melantunkan surat Yasin, tidak ada sedikit pun disana yang tidak menangis,


Papa teringat kalau anak ke duanya belum tahu kalau kakaknya meninggal, Papa langsung mengambil ponsel dan menghubungi putrinya


" Hallo pa, ada apa pa, malam-malam begini papa telp." Ucap Dita setelah mengangkat telp dari papa


" Dit, kamu pulang ya, tiket sudah dipesankan oleh Romi, kamu pulang ya nak." Ucap papa dengan suara khas orang habis menangis


" Pa, ada apa, apa sudah terjadi apa-apa dengan mama, tolong pa lasih tahu Dita."


" Bukan mama nak tapi, tapi kakak kamu." Hiks...hiks...hiks

__ADS_1


" Pa jangan menangis, kakak kenapa pa, kakak kenapa?." Tanya Dita kepada papanya


" Kakak kamu meninggal nak,".Ucap papa


Jedar


Jantung Dita langsung berpacu begitu cepat


" Pa, jangan bohongi Dita, kakak kan sudah lama tidak kambuh lagi sakitnya." Ucap Dita dengan suara agak tinggi karena rasa kagetnya


" Pulanglah malam ini, pesawat akan berangkat 1 jam lagi, nanti kamu akan tahu semuanya saat dirumah,"


" Iya nak."


Papa menutup telpnya


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


Irsyad melihat jam yang berada di tangannya , rumah sepi sekali karena penghuninya sudah tidur semua, Irsyad pulang menggunakan taksi online karena mobilnya di tinggal di RS tadi, sesampai di rumah satpam rumah membuka pagar rumah


" Lho den, kok naik taksi online, kenapa tidak menghubungi mamang Sodik saja den, kan bisa jemput aden di RS." ucap satpam yang bernama Saiful yang akrab di panggil bang ipul


" Tadi habis dari rumah teman mang, ya sudah kalaj begitu saya masuk ya mas," Jawab Irsyad


" Saya panggilkan mbok yem ya den, biar menyiapkan makan buat aden, atau minuman hangat." Tanya mang Ipul


" Tidak usah mang, saya langsung masuk saja, tadi sudah makan dan minum saat berkumpul sama teman-teman tadi." Jawab Irsyad, sebenarnya perut nya sangat lapar sekali, sejak tadi siang dia belum memasukkan makanan apa pun di tubuhnya, minum pun juga sama, tapi sekarang rasa lapar itu hilang sejak sahabatnya meninggalkan dia selama-lamanya


Irsyad masuk ke dalam kamar langsung membersihkan diri setelah itu dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Irsyad masih berfikir secara keras atas semua ucapan dan permintaan Ikbal kepadanta,


" Aku harus bagaimana sekarang? aku pun tidak mengenal Sindi, aku harus mencarinya kemana, Ahhhh aku bingung sekali sekarang, Ikbal loe adalah sahabat terbaik yang gie punya, loe selalu ada buat gue, loe adalah laki-laki yang sangat sabar, gue selama ini salut sama loe Bal, loe kuat menahan rasa sakit itu selama bertahun-tahun, loe adalah salah satu alasan gue buat jadi dokter, tapi kali ini gue gagal selamatin loe Bak, gue gagal jadi sahabat loe, apa gunanya gue jadi dokter kalau loe pergi ninggalin gue, tapi gue yakin Bal, kalau sekarang loe sudah tidak sakit lagi, Allah lebih sayang sama loe Bal, Allah tidak tega melihat loe kesakitan mangkanya Allah memilih loe berada di sisinya, dan .....


...🌷🌷🌷...


...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


__ADS_2