
"Kamu kemana bang?." Ucap Sindi
"Sudah lah untuk apa aku terus memikirkan nya lebih baik aku tidur sekarang." Lanjut Sindi
"Mulai sekarang aku hanya perlu memikirkan anakku saja, hidup ku akan aku habis kan hanya untuk bersama nya, setelah kamu lahir, ibu yang akan menjagamu dan mengurus kamu nak." Sindi berkata lirih dalam hati nya.
Sindi membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, tidak butuh waktu lama untuk diri nya tidur, karena terlalu lelah Sindi tidur dengan pulas sampai saat Irsyad masuk ia tidak mengetahui nya.
Irsyad duduk di samping Sindi yang terlelap, Irsyad menyentuh pipi Sindi dengan jari tangan Irsyad, sejenak Irsyad memandangi wajah wanita yang sudah ia nikahi saat ini.
"Abang tidak tahu perasaan seperti apa ini, apakah ini cinta, atau perasaan apa di dalan hati abang, rasa nya begitu berkecamuk yang menggetarkan hati abang, tapi yang abang tahu abang sangat merasa takut saat kamu tidak bersama abang, abang ingin selalu memastikan keadaan kamu selalu baik-baik saja, jangan pernah mencoba pergi dari hidup abang, abang sudah berjanji untuk selalu menjaga kamu dan melindungi kamu dalam ikatan pernikahan, meski abang belum bisa melakukan kewajiban abang sebagai seorang suami, tapi abang tetap suami kamu di mata hukum." Ucap Irsyad lirih
Cupp Irsyad memberikan ciuman di kening istri nya, sebelum akhir nya Irsyad menyusul Sindi untuk tidur.
Hari ini Irsyad sama sekalu tidak memberi izin untuk Sindi keluar dari rumah, meski hanya untuk berjalan di taman sekitar perumahan, dengan sangat terpaksa Sindi menghabiskan waktu nya hanya di rumah saha.
__ADS_1
Sindi sedang duduk seorang diri di balkon kamar nya, ia menghirup udara pagi yang sejuk, karena posisi kamar nya menghadap ke arah tanam belakang rumah nya, surata burung berkicau bernyanyi riang, Sindi tersenyum memandang taman indah yang ada di hadapan nya.
"Kenapa tidak sejak awal aku pergi ke sini, di sini sangat indah bahkan aku bisa melihat dari kejauhan pemandangan gunung di ujung sana, dari sini." mommy ikut daddy ke kantor karena lagi ada pertemuan, sedangkan yang lain sudah pergi bekerja
Karena tidak ada aktifitas lain, Sindu memutuskan untuk menghubungi mama nya, dengan panggilan Video call, mereka tersambung.
"Assalamualaikum mama." Ucap salam Sindi pada mama Citra
"Waalaikumsalam nak, bagaimana kabar kamu di sana?." Tanya mama Citra
"Alhamdulilah nak, kita juga baik sayang, gimana hasil USG terakhir apa jenis kelamin cucu mama." tanya mama Citra
"Saat di USG posisi nya selalu tidak pas untuk melihat nya ma." Jawab Sindi
"Ya sudah tidak apa-apa yang penting kalian selalu sehat." Ucap mama Citra
__ADS_1
"Iya ma." memandang wajah mama nya yang teduh membuat Sindi tidak tega untuk menambah beban pikiran nya, justru membuat Sindi bersedih karena usia nya yang sudah tidak muda lagi.
Tanpa tersadar Sindi meneteskan air mata nya, itu semua tidak luput dari pandangan sang mama tercinta
"Nak kenapa kamu menangis sayang, apa ada masalah?." Tanya Mama Citra
"Tidak ma, tidak ada masalah, Sindi hanya baru menyadari betapa berat nya perjuangan menjadi seorang ibu saat Sindi mengandubg bayi Sindi ma.." Jawab Sindi
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...