
"Apa kamu tahu rasa nya mencintai seseorang tapi kamu tidak bisa bersama nya, aku bahkan hidup seperti tidak bernyawa hiks...hiks...hiks..., dia kehidupan ku, aku sangat mencintai nya, tapi saat ini aku sudah mengecewakan bya, mana mungkin dia akan mau bersama ku lagu, terlebih aku sudah bukan Mela yang dia kenal dulu, saat ini aku memiliki Tia bersama ky, mungkin aku sudah tidak memiliki harapan untuk bersama nya." Ucap Mela dengan menangis
"Kenapa aku mendengar mbak Mela mengatakan itu justru membuat hati ku yang sakit, kenapa aku merasa sakit mendengar wanita lain mencintai suami ku, bahkan aku bisa melihat cinta nya lebih besar dari cinta yang aku miliki saat ini, apa aku harus menjadi wanita yang sangat egois saat ini dengan mengatakan kebenaran nya hubungan aku dengan bang Irsyad, aku tidak bisa menghancurkan wanita lain, aku tidak bisa melakukan ini, apa lagi mbak Mela adalah wanita yang baik, aku tidak bisa menyakiti nya, apa aku harus melepaskan cinta ku, Ya Allah beri aku pilihan agar aku tidak menyakiti hati siapa pun." Ucap Sindi dalam hati nya, air mata nya ingin sekali turun tapi ia tahan agar tidak terlihat oleh Mela di depan nya.
"Mbak Mela." Sindi memeluk wanita di hadapan nya, ia juga menangis, ia juga merasakan sakit bukan hanya Mela yang menahan rasa sakit di dada nya
"Sabarlah mbak, aku yakin bang Irsyad pastu mengerti dengan keadaan mbak saat ibu." Kata kata itu lolos begitu saja dari bibir Sindi yang mungil, Sindi tidak tahu kenapa ia bisa mengeluarkan kata kata yang mengisyaratkan bahwa Mela dan Irsyad akan kembali dalam hubungan masa lalu
__ADS_1
"Aku harap juga seperti itu Sindi, aku hanya menceritakan ini pada mu, jangan katakab ini pada mas Irsyad, aku tidak ingin dia mengasihini hidup ku saat ini." Ucap Sindi
Sepulang nya dari pertemuan antara diri nya dan Mela, Sindi memutuskan untuk menenangkan diri nya di dalam kamar, Sindi memeluk perut nya sendiri
"Bersabarlah sayang, ibu janji meskipun kita hanya berdua, tapi ibu akan memastikan kaku tidak akan kekurangan kasih sayang sedikit pun dari ibu... ibu janji, ibu akan selalu menjaga kamu sampai kapan pun..... meskipun kamu tidak memiliki ayah, kamu punya ibu, ibu yang akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kamu nak, ibu tidak akan bahagia di atas kesedihan wanita lain, kita bukan monster yang harus memaksakan keingina kita nak, kita harus bisa mengiklaskan nya jika memang dia tidak di takdirkan untuk menggantikan posisi ayah mu." Ucap Sindi sambil membelai perut nya sendiri.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1