
Sedangkan Wildan dan Tio hanya menjadi pendengar setia, mereka sebenarnya juga memiliki ide seperti Adit, tapi kalah Start, jadi mereka harus memiliki seorang putri dulu agar bisa menjadi besan sama Ray.
🌹🌹🌹
Ke empat putra nya Ray pulang sekolah dengan perasaan senang.
Seperti biasa, ke empat nya langsung berlari mencari sang bunda dan bercerita apa yang di lakukan di sekolah seharian tadi.
" Bunda, tadi di sekolah, kami main drama." Kata Ran.
" Drama apa?." Tanya Mesya.
" Drama apa kak?." Tanya Ran pada Arka.
" Perang." Jawab Arka.
" Kakak juga ikut main bunda, jadi drama nya itu tidak melihat kelas, semua nya menjadi satu dan hanya beberapa orang saja yang terpilih." Cerita Langit.
" Oh, karena 17 Agustus ya kak?." Tanya Mesya.
__ADS_1
" Tidak tahu bunda, kami di sekolah juga ikut lomba 17." Jawab Arion.
" Itu nama nya lomba agustusan dek." Jawab Langit yang menyahuti jawaban dari Arion.
" Ohhhh, begitu toh." Ucap Arion dengan mengangguk angguk kan kepala nya.
" Menang?." Tanya Mesya lagi.
" Tidak bunda, kami tidak menang makan kerupuk, yang menang hanya kak Langit saja." Ucap Arion.
" Tidak apa apa, pasti nanti ada lomba lagi sayang, harus tetap semangat meskipun nanti tidak menang lagi, jangan putus asa ok, untuk kak Langit, selamat ya kak, di pertahan kan ok. kalau begitu kalian ganti baju dulu sana gih, jangan lupa cuci tangan dan kaki, setelah itu makan, baru boleh main sama adik baby Azell." Ucap Mesya.
Begitu selesai makan, ke empat nya pergi ke ruang keluarga dan melihat Tia menjaga baby Azell.
" Bunda ke atas, Aden mau apa?." Tanya Tia.
" Tidak ada." Jawab Arion.
Sekarang mata Arion, Ran, Arka dan Langit menatap lurus ke arah televisi.
__ADS_1
Mata mereka melihat, televisi yang menayangkan film perang, yang selalu di tayangkan saat bulan Agustus di setiap tahun nya, agar para pemuda di Indonesia akan ingat atas perjuangan para Pahlawan kita.
Mesya datang dan melihat ke empat putra nya melihat film kemerdekaan Indonesia. Mesya menceritakan tentang film tersebut, dan ke empat nya manggut manggut, Mesya tidak tahu ke empat putra nya itu mengerti atau tidak.
Selesai menonton film, ke empat putra nya asik mengikuti apa yang terjadi di dalam film yang mereka lihat tadi. Permainan mereka semakin ramai, begitu juga dengan putra dari Tio, Wilda dan Adit juga ikut bergabung.
" Ayah...!." Teriak Arion, begitu terlihat mobil sang ayah Ray memasuki pelataran parkir rumah nya.
Mobil Ray berhenti dan Ray turun, di ikuti oleh 7 orang paruh baya yang membuat anak anak yang bermain perang perangan berhenti dan menatap 7 orang paruh baya itu dengan waspada, tapi lebih fokus pada 3 orang saja lebih tepat nya.
Sampai Arion lari masuk ke dalam rumah sembari berteriak kencang.
" Bunda...bunda ada penjajah...". Teriak Arion sekuat tenaga, membuat Mesya yang mendengar langsung kaget setengah hati.
" Sayang, jangan berisik, adik baru tidur.( Kata Mesya yang baru saja meletakkan baby Azell ke dalam box yang ada di ruangan keluarga.
" Bunda, ada penjajah!." Kata Arion dengan penuh semangat, begitu juga dengan Ran dan Arka.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...