
" Kamu itu wanita lajang kenapa sering ke rumah laki laki lajang, apa kamu tidak tahu kalau wanita dan laki laki yang belum ada ikatan bisa terjadi apa apa karena pasti ada setan di antara nya, dan juga apa kamu tidak malu apabila ada fitnah dari orang orang sekitar." Sahut Vika yang berada di belakang Arman
" Kalau terjadi apa apa kan tinggal nikahin aja, begitu saja kok susah, ngapain juga dengerin ucapan orang, toh yang jalani ya kita sendiri." Jawab Caca
" Oh begitu, jadi wajah kamu asli nya begini, kenapa Daniel bisa mempunyai kekasih seperti kamu, saya yakin ke dua orang tua kamu sudah pasti selalu mengajarkan sopan santun pada yang lebih tua, tapi mungkin saat ke dua orang tua kamu mengajarkan itu, kamu lagi tidur, jadi tidak mendengarkan dan melihat." jawab Vika
" Mi, Pi ada apa kalian teriak, sampai sampai suara mami dan papi terdengar dari kamar Daniel." Tanya Daniel yang belum tahu kalau Caca ada di sana.
" Daniel, apa wanita seperti ini yang akan kamu nikahi, sungguh buruk pilihan kamu, lihat hanya di depan kamu dia seperti wanita anggun, tapi tadi dia berani berkata kasar pada mami kamu." jawab papi Arman.
" Tidak sayang, jangan dengerin mami dan papi kamu, dari tadi aku sudah jawab dengan lembut, tapi mami dan papi kamu malah membuat aku terpojok, kamu percaya sama aku kan?." tanya Caca
__ADS_1
" Iya sayang, aku percaya kok sama kamu, mi pi, tolong sudah akhiri semua ini, tolong jangan buat Caca selalu buruk di depan kalian, aku yakin Caca wanita baik dan pasti akan menyayangi kalian seperti orang tua kandung nya sendiri." jawab Daniel
" Daniel.." ucapan Arman berhenti.
" Pi!!!!!." Teriak Daniel
" Kalau memang mami dan papi tidak merestui hubungan ku dengan Caca tidak apa apa, aku laki laki, aku tidak butuh wali dan yang perlu mami dan papi tahu, aku tidak butuh itu semua." Lanjut Daniel
" Mi, ayo kita kemas pakaian kita, kita pulang sekarang, mulai sekarang mami jangan fikirkan dia lagi, mami tahu sendiri kan kalau dia sudah tidak membutuhkan kita lagi." ucap Arman menarik tangan Vika untuk segera mengkemas pakaian mereka.
Vika hanya bisa mengikuti apa kata suami nya, padahal Vika ingin menengahi Daniel dan Arman tapi Vika tidak berani saat mereka berdua masih dengan sama sama emosi, tapi Vika kecewa dengan apa yang Daniel kata kan, hanya gara gara wanita yang tidak mempunyai hati yang baik malah membuat hubungan anak dan orang tua hancur.
__ADS_1
" Pi, papi tenang dulu ya, jangan emosi seperti ini." ucap Vika setelah mereka sampai di kamar.
" Mi, tolong dengarkan papi, papi ingin membuat anak itu berfikir dan meresapi kata kata yang telah dia ucapkan untuk kita, kita sebagai orang tua meskipun bukan orang tua kandung harus nya dia hormati malah apa tadi, dia membela wanita yang tidak baik itu, dan dia juga berani berbicara dengan nada tinggi sama kita, bahkan berkata kasar, sudah kita siap siap, jangan sampai ada yang tertinggal." ucap Arman pada Vika.
10 menit kemudian...
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1