
" Non Sindi sudah bangun? apa ada yang bisa bibi bantu non?." Tanya bibi itu
" Bibi siapa? nama bibi siapa?." Tanya balik Sindi pada bibi
" Perkenalkan non saya bik Sumi, bibi bekerja di sini non, kemarin den Irsyad menghubungi bibi kakau hari ini den Irsyad dan non Sindi akan datang." Bi Sumi menjelaskan pada Sindi, Sindi menjawab dengan tersenyum serta menganggukan kepalanya
Ternyata bi sumi adalah pelayan di rumah dinas Irsyad, setelah memperkenalkan diri bik Sumi membantu Sindi menuangkan segelas air putih, dengan sekali teguk air itu habis oleh Sindi
Terlihat Sindi cukup akrab dengan Bi Sumi, mereka banyak berbincang-bincang di dapur, Sindi juga memberitahukan masakan apa saja yang bisa di maska untuk nya dan untuk suami nya
Irsyad yang mendengar Sindi dan bi Sumi sedang berbincang segera menghampiri ke dapur
" Kenapa kamu sudah bangun? tidurlah lebih lama perjalanan ke sini cukup jauh mungkin tubuh kamu masih lelah." Ucap Irsyad
__ADS_1
" Tidak bang, sudah cukup tidur, apa tadi abang yang mengendong Sindi ke dalam kamar?." Tanya Sindi
" Iya." Irsyad menjawab singkat pertanyaan dari Sindi, lalu Irsyad meninggalkan mereka berdua yang masih betah di dapur untuk berbincang-bincang
Saat sore tiba Irsyad meminta Sindi untuk menemani nya berkeliling di sekitar kamoung yang saat ini mereka tinggali, mereka berjalan kaki
" Apa kamu lelah Sin?." Irsyad mengajak Sindi untuk duduk dulu di bawah sebuah pohon besar
Irsyad bercerita, kalau ia sangat menyukai profesi nya saat ini, tapi suatu hari nanti Orsyad paham harus meninggalkan pekerjaan nya yang amat ia sukai, karena saat ini semua saudara-saudara yang sudah menikah sudah mendapat hak dari keluarga nya, dan sekarang adalah waktunya Irsyad setelah kakak nya Kayla menikah, keluarga nya sudah lama membangun RS untuk dia pimpin suatu saat nanti setelah menikah, padahal Irsyad sudah menolak nya, Irsyad ingin seperti abang nya Juna yang memulai dari nol
" Kenapa abang tidak bekerja di RS keluarga saja bang?." Tanya Sindi
" Abang tidak mau Sin, sebenarnya abang ingin seperti bang Juna, semuanya dari nol, berdiri di kaki sendiri lebih bangga dari pada pemberian dari orang tua, tapi apalah daya Sin, mommy daddy dan om opa sudah menyiapkan semuanya untuk anak-anaknya, memang saat ini bang Juna tidak menerima tapi nanti akan di berikan kepada anak bang Juna setelah keponakan kita sudah besar." Jawab Irsyad
__ADS_1
" Tidak apa-apa bang, kita jalini semuanya bang, bang..." Panggil Sindi
" Iya... apa yang ingin kamu katakan?." Tanya Irsyad
" Apa kamu benar-benar tidak keberatan kalau anak yang ada di dalam kandungan ku ini seperti anak kandung abang sendiri?." tanya Sindi pada Irsyad
" Kamu ini bicara apa Sin, tentu saja tidak keberatan, bahkan aku ber angan-angan ingin memiliki anak kandung ku sendiri nanti, setelah kakak nya lahi." Jawab Irsyad yang spontan menjawab pertanyaan dari Sindi barusan
" Maksud bang Irsyad apa bang?." Tanya Sindi yang ingin tahu isi hati suaminya itu, bukannya tadi tidak mendengar tapi Sindi ingin meyakinkan saja
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...