CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

" Kami berdua juga sudah cium opa dan Oma, kami juga mau beli sama seperti adik." ucap Arka dan Ran bersamaan.


" Baik, nanti cucu cucu Oma dan opa akan dapat semua nya ok, besok kita beli." jawab Daddy.


" Tapi Arion minta yang banyak opa, emm." ucap Arion sambil berfikir.


" 10 ya opa, 10 tas, 10 sepatu, dan 10 buku sama pensil dan penghapus juga." ucap Arion lagi.


" Astagfirullah Arion, itu banyak sekali, masak kamu akan setiap hari ganti tas nak." ucap Mesya yang sedari tadi geram dengan permintaan sang putra.


" Ih opa, Oma itu lihat bunda, bunda itu nyebelin, seharus nya itu tanya bukan malah marah marah pada kami." ucap Arion dengan bibir manyun


" Kenapa, sudah jangan hiraukan bunda ya, coba Arion kasih tahu ke opa, sapa tahu opa bisa bantu Arion untuk menjelaskan pada bunda." ucap Daddy.


" Sebenar nya Arion minta tas, buku, dan sepatu itu untuk teman Arion opa, kasihan, setiap hari Arion dan kakak selalu lihat teman kita di jendela, mereka tidak sekolah, pernah kami tanya kata nya ia tidak bisa sekolah karena tidak punya uang opa." cerita Arion.

__ADS_1


Arka dan Ran menganggukkan kepala nya menandakan kalau semua ucapan Arion benar.


" Masya Allah, cucu opa dan Oma ternyata mempunyai hati yang baik, nanti kita beli yang banyak ya buat mereka." ucap daddy.


" Hore!!!. sorak ke tiga putra dari Mesya dan Ray.


Ray dan Mesya sangat terkejut atas penuturan ke tiga putra nya, mereka ingin sekali memeluk nya.


" Mereka ada berapa sayang?." tanya Oma


" Ray, tolong nanti setelah sampai di Jakarta kembali, tolong masukan mereka ke sekolah dan pasti mereka mendapat kan fasilitas yang sama dengan putra kalian, jangan sampai mereka nanti dapat Bullyan." perintah Daddy pada Ray.


" Baik dad, biar nanti Ray sampaikan pada ayah Rio, agar mereka bisa masuk segera mungkin." jawab Ray.


" Arion, mereka tinggal dimana? terus bagaimana mereka bisa masuk ke sekolah, kan sekolah kalian itu sekolah yang sangat sulit di masukin orang orang dari luar nak?." tanya Ray

__ADS_1


" Mereka tinggal di bawah jembatan, jembatan yang dekat sekolah dad, kalau pagi mereka bertugas bersihin kaca di setiap kelas, waktu sekolah nya sudah di mulai, mereka akan mengintip dari jendela kelas yah." jawab Arion


" Oh yang 2 kelas 1, 3 kelas 3, 3 kelas 4 dan 2 kelas 6 itu Tah dek?." tanya Langit pada adik nya


" Kakak juga tahu? iya kak, kami kasihan pada mereka." jawab Arka.


" Iya dek, Kakak tahu, kakak pernah bilang ke bunda, mereka tidak hanya bekerja di sekolah dek, sepulang sekolah mereka menyapu setiap kelas setelah itu mereka mulung, kakak pernah tanya kata nya orang tua mereka membuang mereka, kata nya orang tua nya pernah berkata anak pembawa sial gitu, Kakak sebenarnya akan berbicara saat kita pulang nanti, tapi keburu adik yang bilang ya sudah." jawab Langit.


" Astagfirullah, orang tua macam apa mereka, kenapa mereka bisa membuang anak kandung mereka sendiri." ucap Ais yang tidak terasa meneteskan air mata nya.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2