CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 129


__ADS_3

Mendengar semua yang di ceritakan Sindi, membuat Naya merasa iba dengan perjalanan hidup sahabat nya.


"Tapi kalau kamu pergi seperti ini, bukan cuma Irsyad yang panik cariin kamu, mama kamu juga dan sudah di pastikan semua anggota keluarga kamu juga Sin, apa lagi sekarang kamu tidak pergi sendiri, ada bayi yang kamu bawa, semua orang akan khawatir sama kamu."Ucap isi hati Naya


"Aku mohon Nay, kamu jangan kasih tahu siapa pun kalau aku ada di sini." Sindi mengatupkan kedua tangan nya


Naya menggaruk kan kepala nya yang tidak gatal


"Aduh Sin, kenapa kamu buat aku jadi serba salah begini sih." Akhir nya Naya menyetujui permintaan Sindi untuk tidak memberitahukan keberadaan Sindi kepada siapa pun dan Naya juga meminta Sindi berjanji kalau besok ia harus memberitahukan keberadaan nya kepada keluarga nya.


Ponsel Naya berdering ada nama Fikri yang tertera di layar ponsel Naya


"Sin, aku tinggal sebentar ya!!mas Fikri telp." Ucap Naya pada Sindi dan Sindi mengiyakan, Ia merasa tidak enak karena yang punya kamar malah keluar saat menerima telp.


Naya mengangkat ponsel nya dan memberitahukan kalau Sindi ada di rumah nya, tanpa fikir panjang lagi, Fikri langsung memberitahukan kepada Irsyad kalau Sindi ada di rumah Naya setelah Fikri menutup ponsel nya pada Naya.

__ADS_1


Flashback on


Irsyad datang dengan langkah pasti karena begitu yakin kalau Sindi biasa nya hanya berkunjung ke rumah mama Citra dan papa Angga saat diri nya bekerja.


Sesampai di rumah Sindi, Irsyad di sambut hangat oleh mama Citra dan papa Angga, mama Citra membuatkan kopi hitam untuk menantu nya itu, sampai akhir nya Irsyad menanyakan posisi Sindi yang justru membuat mama Citra kaget bukan main, bagaimana bisa Irsyad yang tinggal bersama Sindi justru datang ke rumah mama Citra untuk mencari Sindi, sampai membuat mama Citra tidak sadarkan diri.


Papa Angga dan di bantu dengan Irsyad mengangkat tubuh mama Citra untuk di baringkan di kamar nya, setelah Irsyad mengecek kesehatan mama mertua nya itu, ternyata mama Citra hanya syok saja.


Irsyad mengurus mama Citra dengan baik, setelah mama Citra sadar akhir nya Irsyad menceritakan kalau diri nya sejak pagi tidak berbicara sepatah kata pun dengan Sindi.


Mama Citra memberikan nomor ponsel Naya, tapi no Naya tidak dapat di hubungi.


Sampai akhir nya Fikri menghubungi no ponsel Naya yang lain nya dan akhir nya tersambung juga.


*Flashback of**f*

__ADS_1


Fikri duduk di ruang tamu di rumah Sindi, sambil menunggu kedatangan Irsyad, saat menunggu Irsyad, justru Naya dan Sindi menghampiri nya.


Naya mengajak Fikri dan Sindi untuk makan, di meja makan Fikri menggoyangkan kaki Naya, dia berbicara dengan bahasa tubuh nya, menanyakan apa yang membuat Sindi menangis hingga sembab begitu mata nya, Naya mengangkat bahu nya menandakan tidak tahu.


Sindi yang tidak berselera untuk makan hanya mengaduk-aduk makanan nya saja.


"Kenapa Sin, makan nya cuma di aduk-aduk saja, apa ada yang kamu mau, biar di buatkan sama bibi." Tanya Naya


" Aku tidak selera makan Nay, aku ke kamar duluan ya." Jawab Sindi, berlalu meninggalkan Naya dan Fikri yang masih berada di meja makan.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2