
" Hahaahah.... kalah kamu dek, eh iya sayang ada apa, kenapa?." Sandi menaruh stiknya dan menghadap ke Kayla yang sudah pasang muka masam
" Iya kenapa sayang, kok cemberut." Sandi belum paham dengan ekspresi wajah istrinya
" Mas di panggil dari tadi."
" Lagi asyik tadi, ya maaf kenapa jangan cemberut gitu." Sandi mencubit pipi Kayla
" Gara-gara kakak, aku kalah." Irsyad berdiri
" Kok malah kakak yang di salahin ngomong aja kok bisa main." Lempar bantal kursi pukk... kena badan Irsyad
" Jangan begitu sayang, kebiasaan suka melempar benda." Sandi menasehati istrinya
" Iya bang, hati-hati kalau di rumah bisa hancur semua hahaha." kelekar Irsyad meninggalkan Kayla dan Sandi
" Adik..." Teriak Kayla
" Husstttt... perempuan kok teriak-teriak." Sandi meletakkan jarinya di mulut Kayla
" Nyebelin mas."
" Udah jangan terbiasa seperti itu, yang kalem." Ucap Sandi
" Tapi nyebeliin... mas." Kayla merasa gregetan dengan Irsyad
" Udah,,, kenapa tadi nyari mas." Sandi menatap Kayla yang manyun
" Jangan kayak gitu, bibirnya jelek." Ledek Sandi
__ADS_1
" Mas, momny tanya."
" Heem, tanya apa." Sandi mengusap lembut kepala Kayla
" Makanan kesukaan mas apa mau dimasakin sama mommy."
" Masa adik tidak tahu makanan kesukaan mas." Goda Sandi
" Mas kalau makan semuanya suka, di makan semuanya." Kata Kayla sambil mengingat apa saja yang suka di makan Sandi
: Yang paling mas suka itu makan adik." Sandi mencubit hidung Kayla dan beranjak pergi
" Mas, bukan itu tapi makanan beneran." Kaya mengikuti Sandi dari belakang yag ternyata pergi ke dapur
" Mas apa." Sandi hanya tersenyum dan terus berjalan
" Kenapa ini, berantem." Kata momny
" Masak apa aja mom, Sandi suka semuanya" Sambil membuka lemari pendingin mencari minum
" Oke kalau begitu, mommy suka kalau makan apa aja mau." Momny semangat mengulek bumbu
" Masak apa aja mom, Sandi pasti makan." Sandi duduk sambil minum
" Tadi bilang aja kalau mau minum kan bisa Kayla ambilin mas." Kayla duduk di samping Sandi meneruskan pekerjaannya tadi
" Mas bisa ambil sendiri." Sandi mencolek hidung Kayla kemudian pergi ke depan ngobrol dengan Daddy, oppa, Irsyad dan Lian
" Kamu harus bersyukur Kayla punya suami seperti Sandi, mau melaksanakan apa aja dia butuhkan sendiri selama bisa." Ucap Mommy
__ADS_1
" Iya mom."
" Tapi kamu sebagai istri harus melayani suami dengan baik siapkan semua kebutuhannya kalau pulang kerja sambut dengan ramah dan senyum." Nasehat Mommy
" Iya mommy ku sayang." Jawab Kayla
Hari semakin petang dan sebentar lagi adzan Magrib berkumandang Sandi bersiap-siap untuk pergi bersama dengan anggota keluarga Kayla yang laki-laki
" Mas." Panggil Kayla
" Heem, apa sayang." Sandi duduk di depan cermin sambil membenarkan pecinya
" Mas, suka di layani sama Kayla?." Tanya Kayla
" Kenapa tanya gitu sayang." Sandi memperhatikan istrinya dari cermin
" Jawab dulu mas." Kayla duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan kukunya
Sandi berdiri dan menghampiri istrinya." Mas sangat senang di layani sama adik sayang." Di cium kening istrinya
" Tapi mas, suka melakukan sendiri tidak minta tolong sama Kayla."
" Selama mas bisa sendiri, kenapa harus minta tolong sama adik sayang." Sandi mencubit hidung Kayla
" Mas, sakit."
" Senyum dong jangan seperti gitu, itu kan mas jadi batal wudhunya gara-gara adik sih." Sandi beranjak keluar dari kamar untuk wudhu kembali
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued ❤...