CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
× Mister Black Forest Aneh


__ADS_3

Di lain sisi lia yang tengah kesal pun memilih masuk ke dalam pabrik. Saat dia tengah duduk sembari memeriksa beberapa pekerjaan temannya ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk.


Alangkah terkejutnya dia saat mendapat pesan dari seseorang dan dia semakin terkejut dengan nama yang tertera di dalam kontak tersebut.


"Lovely Future Husband💓. Apa ini nomornya pak jevin, tapi kenapa namanya alay gini. Di tambah pesannya aneh kayak gini, kesambet jin ifrit dari man sih nih pak jevin." Gumam lia antara kesal dan juga bingung bercampur menjadi satu. "Ngak usah di balas kali ya, tapi kalau tidak di balas dia tersingung terus gue di pecat bagaiman. Bisa berabe nanti."


Lia pun terpaksa membalas pesan dari jevin meski malas menanggapinya. Menurutnya pak jevin hanya sedang main-main saja dan tidak serius.


To Lovely Future Husband💓


Maaf pak🙏 Mungkin bapak harus periksa ke dokter untuk di periksa, siapa tahu anda sedang tidak enak badan hingga membuat anda jadi occ seperti ini. Sekali lagi maaf pak bukan maksud saya untuk menghina atau bagaimana, saya hanya menyarankan saja🙏🙏


"Dah di kirim. Semoga saja dia tidak tersingung, habisnya tingkahnya aneh sih dia. Kan gue jadi waspada plus takut sama dia." Guman lia, tak lupa dia juga mengganti nama kontaknya menjadi Mister Black Forest Aneh😎.


"Nah kalau ginikan jadi cocok. Mister black forest aneh hehe.." Kekeh lia.


Kemudian lia menaruh ponselnya ke saku dan bersiap untuk kembali berkerja karena bel tanda masuk sudah berbunyi.


" Daa.. Hayoo.. Kenapa loe kok senyum-senyum sendiri sambil lihat hp gitu. Dapet pesan dari pak jevin yaa.." Goda viona tiba-tiba membuat lia terkejut.


"Ishh.. Loe kayak jelangkung aja dateng tak di undang pulang minta di anter. Untung gue ngak punya penyakit jantung, kalau tidak gue udah tepar. Bakal gue hantui loe sampai loe mati." Sungut lia dengan kesalnya.


"Hehe.. Habisnya gue gemes lihat loe yang kesal begini, ehh di tambah mesem-mesem ae kayak orang lagi sawan loe." Ucap viona.


Lia melotot menatap viona dengan tajam. "Loe tuh yang sawan, sampe nglantur ngomongnya. Udah sana kerja." Sewot lia.


"Nglantur cem mana neng. Orang situnya yang suka nglantur, jalangkung minta di anter sih ya cuma elo." Ledek viona.


Lia mencebikkan bibirnya serta memandang viona dengan sinis. "Suka-suka gue mau ngomong apa mau jungkir balik bukan urusan loe." Jawab lia dengan ketus.


"Ishh.. Loe itu ya kalau udah ngambek mulut loe lebih pedas dari cabe cap mercon." Sungut viona.


"Makanya kalau ngak mau gue sembur ya jangan buat gue esmosi dong. Tahu sendiri filter gue bisa jebol kalau esmosi." Ucap lia dengan cuek.


"Terserahlah suka-suka elo. Semoga jalan loe menuju pak jevin di lancarin Amiinn."


"Amiinn.."

__ADS_1


Beberapa karyawan mengamini doa viona agar langsung di ijabah oleh allah.


Lia yang melihat hal tersebut pun di buat melongo oleh kekompakan mereka semua.


'Bisa gila ini gue lama-lama. Heran kok gue bisa betah kerja di pabrik yang seluruh penghuninya absurd dari yang hidup sampe jin lelembutnya pun juga absurd.' Batin lia absurd, dia sendiri juga absurd justru mengatai teman-temannya. Bahkan bangsa lelembut pun sampai di katain.


Lia memilih fokus kerja dari pada harus pusing mendengar perkataan aneh mereka semua.


'Demi tetap waras.' Batin lia.


***


Jevin masih duduk menyender sembari menatap keponakannya yang tengah bermain.


'Nanti kalau sudah menikah aku ingin memiliki lima anak biar rame rumahnya.' Ucap jevin dalam hati.


Dia membayangkan bagaimana bahagianya dia saat membantu lia menyuapi anak-anaknya kelak, bagimana dia nanti kerja dan sudah sangat lelah tapi itu semua langsung hilang saat melihat anak-anaknya yang tengah bermain dan bercanda.


Drtt Drtt Drtt


"Siapa sih, ganggu kesenangan gue aja." Gerutu jevin dengan kesal.


Matanya langsung berbinar saat melihat siapa yang mengirim pesan, dengan tidak sabar dia langsung membuka pesan tersebut. Tetapi kesenangannya seketika luntur saat membaca isi dari pesan tersebut.


"Kenapa? Kok mukanya langsung jelek begitu setelah membaca pesannya. Udah jelek tambah jelek nih." Tanya revina penasaran siapa yang mengirim pesan kepada adiknya hingga membuatnya seperti itu.


Jevin memperlihatkan isi pesan dari lia kepada kakanya dengan muka yang masam. Revina yang melihat pesan tersebut langsung tertawa terbahak-bahak.


"Bwahahaha.. Astaga kamu di suruh periksa ke dokter dek! Aduh, duh.. Nasibmu sial bener sih dek." Ledek revina.


Mereka semua saling lirik dan menatap jevin dengan wajah penuh tanda tanya.


"Memangnya gadis kesayangan kamu itu bales seperti apa kok revin sampai ketawa ngakak gitu sih?." Tanya kevin penasaran sekaligus bingung.


Jevin menarik nafasnya sekaligus mencoba untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya.


"Dia bilang saya di suruh ke dokter untuk periksa keadaan saya. Dia bilang saya terlalu occ.." Jawab jevin dengan lesu.

__ADS_1


Mereka semua tertawa kecil saat mendengar jawaban dari jevin. "Nasibmu sayang, malang sekali. Harusnya itu harus pengenalan dulu baru melamar. Udah bener itu dia menyuruh kamu ke dokter, kalau perlu di rukiyah sekalian." Ucap valerie menyalahkan jevin.


"Buu.. Kok malah nyalahin aku sih. Akukan hanya ingin seperti kakak." Protes jevin.


"Jevin.. Kakak mau melamar kak putri pun harus mengenalkan diri dulu, kakak mendekati kak putri pelan-pelan. Setelah itu baru kakak mengutarakan keinginan kakak untuk meminangnya jadi istri kakak ke kak putri setelah itu ke kedua orang tua kak putri serta ayah dan ibu." Kevin menjelaskan kepada jevin bagaimana dia dulu mendekati putri terlebih dahulu baru mengutarakan keinginannya untuk meminangnya.


Jevin kemudian menatap rendy, suami kak revina. "Kalau kak rendy bagaimanan? Kakak juga mendekati kak revin terlebih dahulu?." Tanya jevin.


Rendy tersenyum tipis dan menganguk. "Iya kakak dulu mendekati kak revin terlebih dahulu. Bahkan mungkin kakak jauh lebih susah untuk meyakinkan kakak kamu, dia terlalu bar-bar tidak seperti putri yang kalem. Tapi lihat hasilnya bukan."


"Ishh kamu kok malah bilang aku bar bar sih sayang. Aku itu anggun tahu, kamu tuh yang bar bar." Revina yang tak terima pun memukul lengan rendy dengan keras.


"Awshh.. Kok malah di pukul sih. Ini kalau tidak bar bar apa memang namanya hmm.."


"Benar kamu itu memang bar bar dek, harusnya berterima kasih dengan rendy yang mau jadiin kamu jadi istri. Rendy yang kalem tapi malah sama kamu yang bar bar abis." Ucap kevin membela rendy.


Revina menatap kevin dengan tajam. "Dasar bersekongkol."


Jevin menatap perdebatan kedua kakaknya dengan jengah. "Kalian ini sudah tua udah punya anak kok masih bertengkar. Masuk ke rahim ibu lagi sana!." Sarkas jevin.


Kedua kakaknya menatap jevin dengan tajam, sedangkan javin sendiri hanya membalasnya dengan tatapan datar dan bosan.


"Apa.." Tanya jevin sewot.


'Orang lagi patah hati tapi mereka masih saja bertengkar kayak bocah aja.'Gerutu jevin.


"Sudah sudah. Kalian ini kok malah berdebat seperti ini sih. Jevin kamu harus mendekatinya terlebih dahulu baru melamarnya. Jangan seperti ini, segala hal itu butuh proses." Reihan melerai perdebatan mereka semua dan memberi nasihat kepada jevin.


"Iya yah, aku akan mendekati lia dengan pelan pelan." Jawab jevin mantap.


"Ya sudah, kita makan yuk! Udah waktunya makan siang ini."


Mereka semua pun berjalan ke ruang makan dan makan dengan hikmat tanpa berbicara sama sekali. Hanya suara dentingan sendok dan piring saja yang terdengar.


***


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2