CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 174


__ADS_3

" sayang apa boleh kita memulai sekarang?." tanya Lian lagi pada istrinya


Bianca pun tersenyum dan mengangguk dengan malu


Lian mulai mendekati Ica, membelai rambut Ica lalu menaruh rambut Ica di belakang telinganya lalu meraih tengkuk Ica dan mencium bibir Ica, Lian mencium lembut bibir Ica, Lian terus menggerakkan bibirnya, Lian yang merasakan kalau Ica hanya diam saja, mempunyai ide untuk menggigit bibir bawah Ica agar membukanya, setelah terbuka Lian tidak menyia-nyikan nya, Lian langsung memasukkan Lidahnya ke mulut Ica sambil mengabsen semua isinya, tubuh Ica mulai menegang, Ica mulai membalas ciuman dan suaminya, ciuman mereka berdua berubah menjadi sangat dalam dan panas Lian terus menerus memberi sentuhan dan sensasi yang baru pada Ica, Lian menekan tengkuk Ica memperdalam ciumannya sambil mengangkat tika dan merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, ciuman pun turun ke leher jenjang Ica, seketika Ica yang merasa panas seperti aliran darahnya tersengat entah rasa apa yang kini di rasakan nya ciuman, jilatan, kecupan benar-benar diberikan Bagas entahlah tubuh Ica kini sudah penuh dengan kismark ulah Lian suaminya, perlahan-lahan Lian terus menghujani Ica dengan kecupan sampai di dua bukit kembar Ica, Lian menikmatinya seperti bayi yang kehausan, Lian pun melepaskan pakaian Ica setelah terlepas Lian yang melihat tubuh polos istrinya tanpa sehelai benang pun tiba-tiba tidak bisa mengontrol diri nya lagi, dia benar-benar merasa sangat terangsang apa lagi ketika Tika sudah mendesah.....


Auhhh, bang,, ah, bang, ah ah. mendengar desahan dari bibir Ica, Lian semakin bersemangat terus mencium bibir turun lagi ke leher dan dua bukit kembar Ica untuk terus dihisap seperti bayi yang sedang kehausan dan diremas, Ica benar-benar merasa melayang di buat nya


Lian yang sudah merasa sangat terangsang sungguh sudah tidak bisa untuk menahan nya lagi, kini meraka sudah sama-sama tidak menggunakan selembar kain pun,

__ADS_1


" sayang Abang akan mulai ya sayang adik siapkan?." Tanya Lian


Ica hanya mengangguk pasrah,


sambil membaca doa Lian mulai penyatuan tubuh mereka, ini akan sedikit sakit sayang tahan ya,


" lakukan ban, lakukan kewajiban ini, ini hak abang, Ica adalah milik abag seutuhnya, jangan meminta izin lagi bang, karena tubuh Ica milik abang sepenuhnya." Ucap Ica sambil ngos-ngosan


Lian pun langsung memulainya dan untuk pertama kalinya tongkat ajaib Lian menyerangnya masih kesulitan dicoba kedua dan ketiga masih sulit, Lian sempat frustasi kenapa sulit sekali dan pada hentakan ke empat Lian berhasil

__ADS_1


" ah, ahh, bang, emmm sakit bang." Ucap Ica sambil meneteskan air matanya


" iya sayang tahan ya." Jawab Lian


Ica yang tadi sudah mengalungkan tangannya di leher Lian mencengkeram bahu Lian, dan sedikit mengeluarkan air mata di ujung mata Ica, Ica yang paham bahwa kini selaput darahnya sudah sobek dan dia bahagia karena telah melaksanakan tugas nya, dan memberikan hak suaminya,,, pergulatan panas pun di mulai, saat sudah merasa tidak terlalu sakit Lian pun mulai menaik turun kan pinggangnya, Ica hanya pasrah menerimanya, hanya ada suara sahutan dan desahan dari pasangan pengantin baru ini, ahh, ahhhmmmm teriak Ica, Lian pun tak kalah auhzz ah sayang,.....


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


__ADS_2