
Ke dua laki laki tampan itu sedang duduk manis menunggu sang Queen Zhifa tiba untuk sarapan pagi bersama, bagaimana pun juga sibuk nya Irsyad selalu ingin memulai hari dengan sarapan bersama dengan anak anak dan istri nya, tapi setiap hari juga ia harus menunggu cukup lama untuk kedatangan putri kecil nya yang manja.
Saat tiba di meja makan ,sudah tidak terlihat lagi wajah murung Zhifa, karena sudah bertemu dengan anggota keluarga nya di meja makan, Zhifa dengan cepat merubah ekspresi wajah nya menjadi Zhifa yang ceria dan cerewet.
Dengan manja nya Zhifa meminta papi nya untuk mengangkat nya dan membantu nya untuk duduk di kursi, dengan senang hati Irsyad selalu melakukan hal itu setiap pagi. Padahal jika bermain Zhifa bisa memanjat kursi bahkan meja yang jauh lebih tinggu dari kursi meja makan itu.
"Sudah ayo habiskan sarapan kalian, sayang cepat habis kan sarapan nya, hari ini mami akan membawa adik untuk mendaftar kan dan melihat sekolah baru adik." Ucap Sindi yang menjelas kan pada putri kecil nya.
" Mi." Suara kecil yang cempreng Zhifa. "Bukan nya papi itu sangat pintar ya? Tapi kenapa papi tidak membuat sekolah sendiri untuk Zhifa, kenapa Zhifa harus pergi keluar untuk sekolah.
"Zhifa ingin sekolah sama papi saja, boleh kan pi???." Tanya Zhifa dengan ekspresi nya yang ceria di tambah senyuman manis di wajah nya, membuat siapa saja tidak tahan untuk menahan tawa nya.
Irsyad bahkan tidak henti henti nya menertawakan anak perempuan nya, yang entah mendapat pemikiran seperti itu dari mana asal nya.
__ADS_1
"Baiklah sayang, anak papi yang sangat cerdas, mulai minggu ini papi akan membuka sekolah khusus untuk anak anak papi, di setiap hari minggu di halaman belakang rumah kita, karena papi sangat pintar, jadi yang menjadi guru nya adalah papi sendiri." Irsyad mengamati wajah ke dua anak nya.
"Bagaimana, apa kamu senang Zhifa, apa kamu bangga?." Tanya Irsyad
Zhifa membelalakan mata nya mendengar apa yabg baru saja papi nya katakan.
"Apa papi dan mami ingin menyiksaku, bahkan di hari libur saja, mami dan papi meminta ku untuk belajar, jelas aku tidak setuju dengan ide papi, aku lebih memilih pergi ke sekolah di setiap hari senin sampai jumat dan akan libur dua hari." Jawab Zhifa sebelum akhir nya menu sarapan nya habis ia makan.
"Sayang sebaik nya kita jangan memberi terlalu banyak Vitamin saat kamu kembali hamil anak kita nanti." Ucap Irsyad di samping telinga Sindi dan sontak membuat Sindi terbelalak dan bingung.
"Memang nya kenapa bang?." Tanya Sindi bingung.
"Abang tidak bisa membayangkan jika akan ada dua kepribadian seperti Zhifa di dalam rumah ini sayang!!!." Jelas Irsyad... Apa yang Irsyad katakan sungguh membuat Sindi merasa lucu dan ingin tertawa, Sindi jadi membayangkan bagaimana jika benar ada Zhifa baru di rumah ini, sudah pasti ia akan cepat darah tinggi di usia nya yang masih muda.
__ADS_1
"Sudah abang berangkat sana.." Sindi mendorong suami nya.
Sebelum benar benar pergi Irsyad tidak pernah absen untuk meninggalkan ciuman di kening sang istri.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1