
"Bang hiks...hiks...hiks...." Sindi menangis terharu dengan apa yang di lakukan suami nya, dulu ia pernah bermimpi di lamar dengan cara romantis dengan orang yang ia cintai dan sayangi, sekarang terbukti bahwa ada laki laki yang melamar nya dengan sangat romantis, meskipun tempat ngelamar nya adalah di kamar.
Tanpa mereka sadari sejak tadi kedua orang tua mereka berada di depan pintu kamar yang terbuka serta adik nya Sindi yang sangat antusias melihat nya, siapa lagi kalau bukan Sita, mereka ber 5 menyaksikan apa membuat semua orang yang berada di sana merasa terharu dan di saat mereka memperhatikan apa yang mereka lakukan oleh kedua anak nya sangat lah senang, ternyata Sindi juga mencintai Irsyad, jadi Cinta mereka tidak bertepuk sebelah tangan dan tidak ada kata kata perpisahan dari kedua anak mereka, para orang tua terutama mommy dan mama sampai menitikkan air mata nya.
"Terima terima terima." Sita berteriak, Teriakan dari Sita serta tepukan tangan itu membangunkan Omar yang sedang tidur pulas, tangisan Omar menambah kemeriahan acara lamaran itu, setelah Sindi menganggukkan kepala nya tanda setuju, Irsyad segera menyematkan cincin yang sudah ia persiapkan kapan hari, sebenar nya cincin itu hadiah buat Sindi karena Sindi sudah melahirkan putra yang begitu tampan, tapi biar lah nanti Irsyad akan membelikan nya lagi untuk hadiah melahirkan nya.
Malam hari nya di rumah mama Citra dan papa Angga, Irsyad hendak pergi tidur, ia membuka pintu kamar Sindi, betapa terkejut nya Irsyad mendapati Sindi sedang duduk menggendong Omar, bukan aktifitas yang di lakukan Sindi yang membuat Irsyad sangat terkejut, tapi penampilan Sindi saat ini, Sindi memakai hijab lebih panjang dari sebelum nya.
"Apa kamu sungguh sungguh ingin menggunakan hijab panjang?." Tanya Irsyad pada Sindi.
"Bang, aku ingin belajar memperbaiki diri dari dan menjalankan kewajiban ku sebagai seorang muslim untuk menutup aurat yang dimana semestinya." Jawab Sindi.
__ADS_1
"Ok, tapi bukan karena Mela kan?." Tanya Irsyad.
"Bang, ini bukan karena aku melihat wanita lain berpenampilan lebih, ini karena aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Jawab Sindi.
"Bismillah ya sayang, semoga kamu selalu Istiqomah dalam hal kebaikan." Irsyad sudah memajukan bibir nya untuk memberikan kecupan pada istri nya tapi segera di tepis oleh Sindi, bahkan Sindi meminta nya untuk tidur di kamar tamu.
"Bang tidur di kamar di kamar tamu ya mulai sekarang ya " Pinta Sindu
"Aku ingin menjadi kekasih halal abang, bukan wanita teman tidur abang." Jawab Sindi.
"Ha...ha...ha..." Irsyad terkekeh mendengar jawaban Sindi, dengan terpaksa Irsyad menuruti nya.
__ADS_1
Seminggu kemudian Setelah lamaran, Irsyad menyiapkan pernikahan ke dua mya dengan meriah, Irsyad mengadakan di sebuah hotel milik abang ipar nya siapa lagi kalau bukan Juna, semua keluarga di selimuti dengan kebahagian, Irsyad dan Sindi mengundang lebih banyak saudara untuk menghadiri pernikahan mereka, Irsyad ingin pernikahannya membuat kesan yang tidak akan mereka lupakan.
Dengan menggunakan WO ternama Irsyad mendekor Hotel abang ipar nya dengan banyak warna putih, sedangkan untuk pakaian Irsyad dan Sindi sudah di siapkan oleh kakak perempuan nya, siapa lagi kalau bukan Kayla.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...