
" Ihhh abang, jangan begini bang, katanya tadi abang akan menahannya tapi kenapa abang sendiri yang mancing-mancing."
Juna yang mendengar ucapan Ais langsung membuang nafas
" Hemmm, iya abang mengerti, yuk tidur aja kalau begitu dari pada nanti abang minta lebih." Ajak Juna pada Ais untuk segea tidur, padahal tadi Juna sudah mulai tegang, tapi bagaimana lagi, Juna harus bisa menahannya
Keesokkan harinya, ini adalah hari pertama mereka berada di rumah baru, setelah sholat subuh Ais sudah menyiapkan semuanya, mulai dari menyiapkan baju untuk suaminya, memasak, dan sekarang mereka sedang sarapan, Ais memasak nasi goreng
" Abang segini?." Tanya Ais pada Juna
" Iya sayang," Jawab Juna
Setelah melayani suaminya, Ais berganti ke bapak
" Bapak Ais ambilkan ya?" Tawar Ais
__ADS_1
" Iya nak, sudah cukup segitu saja."
Disaat makan tidak ada suara, yang ada hanya suara dentingan sendok yang beradu sama piring, Setelah mereka selesai makan, mereka masih duduk santai di meja makan, sambil menikmati Kopi buatan Ais
" Nak, tadi pagi bapak jalan-jalan ke belakang, terus bapak lihat kebun dibelakang cukup luas, apa boleh bapak menanaminya nak?."
" Boleh bapak, memang saat Juna membeli rumah ini, Juna meminta di kasih kebun, agar bapak bisa mengolahnya, entah mau bapak kasih apa."
" Terima kasih nak, terima kasih."
" Baiklah nak, bapak akan menanam sayur dan bunga, seperti waktu masih dimalag nak."
" Baik bapak, silahkan kalau bapak mau menanam sayur dan bunga atau buah, nanti bapak bisa minta antar sama sopir ya pak, untuk membeli semua kebutuhan yang diperlukan." Jelas Juna sambil menyodorkan uang dan Atm
" Ini buat apa nak?."
__ADS_1
" Pak, ini uang untuk pegangan bapak, jalau Atm ini buat keperluan bapak, jadi mulai sekarang kalau bapak ingin apa-apa bapak tinggal pakai kartu ini, setiap awal bulan Juna akan mentranfer uang ke bapak lewat Atm ini pak, diterima ya, jangan di tolah." Jelas Juna
" Nak, uang ini terlalu banyak buat bapak, dan Atm ini bapak kembalikan ya, bukannya bapak tidak mau menerimanya, tapi bapak sudah sangat bersyukur bisa tinggal bersama dengan anak dan menantu bapak, tinggal di rumah yang sangat mewah, serta bapak hanya ingin melihat anak-anak bapak ini rukun dan tidak ada pertengkaran di dalamnya."
" Bapak, Juna tidak menerima penolakan, semua sudah Juna atur, Ais juga menerima Atm dari Juna, Juna sering pulang malam pak, Juna takut kalau bapak dan Ais perlu apa-apa saat Juna tidak dirumah, jadi diterima ya pak."
" Biaklah bapak terima ya, dan bapak akan menggunakan seperlunya saja."
Setelah selesai berbincang-bincang, Juna berangkat ke kantornya dengan mengendarai kendaraan sendiri, karena sopir yang di pekerjakan oleh Juna, hanya untuk melayani istrinya dan bapak mertuanya saja, kalau Juna bepergian jauh, dia selalu mengajak Asisten pribadinya.
Disaat mobil yang dikendarai oleh Juna hilang dari pandangan Ais bergegas masuk kerumah untuk membereskan meja makan tadi
" Bapak berhubung masih 2 hari lagi Ais sekolah jadi bagaimana kalau kita berkebun sama-sama?." Tawar Ais
🌷🌷🌷
__ADS_1
Alhamdulilah, bisa up lagi, jangan lupa tinggalin jejak ya kak, terima kasih