CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 58


__ADS_3

" Begini bang, kita kan sudah suami istri, tapi kenapa kita tidurnya terpisah bang? apa benar kalau abang menikahi Sindi hanya untuk anak yang ada di dalam kandungan Sindi, dan karena mas Ikbal adalah sahabat bang Irsyad jadi abang merasa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Sindi dan anak Sindi, jawab jujur saja ya bang, Sindi tidak apa-apa kok, Sindi juga tahu diri, Sindi berterima kasih karena abang sudah mau menikahi Sindi, menerima anak Sindi yang berada di dalam kandungan ini serta abang juga sudah mengorbankan masa depan abang hanya untuk memberi statsu pada Sindi dan anak Sindi agar tidak di cemooh oleh orang-orang yang di luar sana." Sindi bertanya banyak, dia berbicara begitu dengan hati-hati dan mengutarakan semua isi hatinya yang sudah penuh sejak tahu kalau Irsyad memintanya untuk menjadi istrinya


" Kita istirahat dan sholat dulu ya, keburu waktunya habis, nanti malam akan abang jawab semua pertanyaan dari kamu,..." Jawab Final Irsyad dan membuat Sindi diam membeku


Irsyad meninggalkan Sindi di ruang tamu sendirian, Irsyad menuju kamar yang dekat dengan ruang tamu, sedangkan Sindi yang merasa sendiri di ruang tamu langsung naik ke atas dimana letak kamarnya yang di tunjukan oleh Irsyad tadi


Di dalam kamar Sindi duduk di tepi tempat tidur dia memegang mukenah dan sajadah yang sudah di siapkan oleh Irsyad sebelumnya, entah kapan menyiapkannya tapi setelah Sindi masuk ke dalam kamar mukenah dan sajadah sudah ada

__ADS_1


" Aku sudah lama tidak sholat, apa aku masih ingat sholat, bagaimana dengan wudhu, aku pun sudah lupa, kalau aku minta tolong ke bang Irsyad malu aku, apa aku belajar sendiri saja ya biar tidak malu di deoan bang Irsyad." Ucap Sindi lirih


" Tapi aku takut salah, kalau salah pasti dosa, ah sudah lah, mau tidak mau aku harus bilang sama bang Irsyad, malu urusan belakangan,, yang terpenting adalah aku harus berubah, aku juga yakin kalau bang Irsyad pasti mau membantuku untuk berubah lebih baik lagi." Lanjut Sindi


Sampai malam menjelang dua orang yang baru saja menikah tidak menampakkan dirinya keluar dari kamarnya, bukan lagi menikmati masa-masa indah menjadi sepasang suami istri tapi mereka malah sebaliknya, Irsyad di dalam kamar sedang sholat dan mengaji, dia mencurahkan semua isi hati kepada sang pencipta, Irsyad sungguh bingung sekarang harus langkah apa yang harus di ambil, kalau dia mengacuhkan Sindi bagaimana nasib rumah tangganya yang masih berumur beberapa jam ini, beberapa saat Irsyad diam terlintas semua ucapan mommy daddy papa dan mamanya.


Sedangkan Sindi masih terdiam, dia sebenarnya sudah lapar tapi dia sungkan untuk meminta makan sama Irsyad, tapi kalau dia membeli makanan sendiri kurang sopan, dia harus ingat kalau sekarang dia sudah memiliki suami yang dia utamakan, dia selalu teringat semua nasehat dari mama dan Naya sahabatnya itu

__ADS_1


" Aku tunggu sampai jam 8 malam saja, kalau memang bang Irsyad masih belum mengajak makan juga baru aku akan datangi kamarnya untuk menanyakan." Ucap Sindi


...🌷🌷🌷...


...Hai kakak-kakak semua, untuk GiveWay akan saya umumin akhir bulan ya kak, Semangat...


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


__ADS_2