
" Bik Ida." Panggil Tia pelan pada bik Ida.
" Non Mesya hamil." Ucap bik Ida setelah melihat tespek dari tangan Tia.
" Den, ini ada di lantai." Bik Ida memberikan tespek temuan Tia kepada Ray.
" Ini punya Mesya?." Tanya Ray.
" Iya den, yang punya suami kan cuma non Mesya di rumah ini." Jawab bik Ida.
" Syasya hamil... Ha ha ha. Syasya hamil, Alhamdulillah." Ucap Ray tidak sadar dengan kegembiraan nya, membuat ke empat putra nya heran.
Langit, Arka, Ran, Arion menatap ayah nya bingung. Ray menghampiri ke empat putra yang menatap diri nya, Ray langsung memeluk mereka.
" Bunda hanya pingsan, karena di dalam perut bunda sedang ada calon dedek bayi nya Boys." Ucap Ray.
" Adik." Teriak Arka, Ran dan Arion sedangkan Langit sudah paham apa yang di maksud dengan ayah nya.
Arion langsung membuka selimut yang sedang di pakai oleh bunda nya.
" Tidak ada yah, mana adik nya?." Tanya Arion.
Langit berjalan dan menghampiri Arka, Ran dan Arion.
__ADS_1
" Adik nya sekarang masih ada di dalam perut bunda, jadi kita mulai sekarang harus sama sama jagain bunda ya, biar adik kita nanti sehat." Ucap Langit yang memberi penjelasan pada ke tiga adik nya.
Di dalam kamar sekarang hanya ada Ray dan ke empat jagoan nya, sedangkan para pelayan yang masuk tadi sudah kembali ke pekerjaan nya masing masing.
Ray duduk di samping ranjang, sedangkan ke empat jagoan nya duduk di samping Mesya di atas tempat tidur. Mesya mulai menggeliat, menandakan bahwa diri nya sudah mulai sadar.
" Aww." Begitu sadar Mesya langsung duduk.
" Mimpi, pasti mimpi." Mesya memegang pelipis nya.
" Sayang." Panggil Ray.
" Bunda." Panggil ke empat jagoan mereka.
" Bang, Syasya mimpi, tadi Syasya pegang tespek dan hasil nya dua garis ." Ucap Mesya.
" Ini." Jawab Ray sambil menunjukkan tespek yang ada di tangan nya.
Mesya mengambil tespek dan melihat hasil nya dua garis.
" Syasya tidak mimpi kan bang." Tanya Mesya.
" No, di sini ada calon baby kita." Jawab Ray.
__ADS_1
" Hiks hiks hiks." Mesya menangis.
" Bunda, jangan mati." Arion beringsut mendekati bunda nya lalu memeluk nya, walaupun Arion sedikit nakal, tapi soal melow, Arion no satu, dia tidak bisa melihat orang menangis, Arion pasti akan ikut menangis bersama dengan orang yang menangis.
" Bunda tidak mati nak." Mesya menepuk nepuk Arion, lalu memeluk nya.
" Bang tapi Syasya minum pil kontrasepsi." Ucap Syasya yang membuka laci nya.
Ray hanya mengamati apa yang di lakukan oleh Mesya.
" Ini seperti nya bukan pil kontrasepsi yang biasa aku minum." Mesya membolak balik kan pil kontrasepsi yang di pegang nya.
" Sudah." Ray mengambil pil tersebut dan memasukkan ke dalam laci.
" Kenapa? Apa tidak suka hamil kembali?." Tanya Ray.
" Bukan tidak suka bang, Syasya ingin hamil lagi saat mereka ber empat berusia 10 tahun. Biar mereka mandiri." Kata Mesya.
" Mereka sekarang sudah mandiri mereka bisa mandi sendiri makan dan berpakaian sendiri kata Ray." Keempat putra mereka hanya menganggu kan kepala saja, mereka tidak mengerti apa yang diucapkan oleh ayahnya, mereka hanya bisa memandangi saja.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...