
Setelah orang itu pergi, Citra buru-buru keruangan dokter yang mencarinya, Citra tidak mau terjadi apa-apa dengan putrinya,
Tok Tok Tok
" Masuk." Perintah orang yang ada di dalam
" Permisi dok, saya mama dari pasien bernama Sindi." Ucap Citra setelah masuk ke dalam
" Oh iya bu, silahkan duduk." Ucap dokter
Setelah mama Citra duduk
" Ada apa dengan putri saya dok?." Tanya mama Citra
__ADS_1
" Begini bu, saya akan menyampaikan hal penting tentang kondisi putri ibu, tadi saya sempat bertanya kepada orang yang sudah menolong putri ibu, bagaimana putri ibu saat tidak sadarkan diri, setelah saya mendengar penjelasan dari orang itu, saya sangat bersyukur, karema kandungannya masih bisa terselamatkan."
" Apa dok? kandungan?."
" Iya bu, putri ibu saat ini sedang mengandung, dan usia kandungannya 5 minggu, saya tadi sempat khawatir, tapi setelah kami periksa, janin yang ada di dalam kandungan putri ibu sehat, janinya sangat kuat bu, tolong jaga putri ibu ya, saya lihat dia lagi banyak yang di fikirkan jadi tolong jaga moodnya ya bu, agar janin yang ada di dalam juga baik-baik saja, setelah infus habis, putri ibu sudah boleh pulang, ini saya resepkan lagi, kalau ada keluhan segera periksa lagi ya bu, meskipun obatnya belum habis." Ucap dokter yang memberi penjelasan
" Terima kasih dok, kalau begitu saya permisi." Ucap mama Citra lalu berdiri meninggalkan ruangan dokter tersebut dengan tubuh yang sangat lemas, seorang hati ibu siapa yang kuat setelah mendengar kalau putrinya sedang hamil di luar nikah, bagaimana nanti dia membicarakan ini dengan suaminya, tapi yang terpenting bagi Citra adalah kesembuhan Sindi, Citra tidak mau terjadi apa-apa dengan outri serta cucunya, dia harus ada buat putrinya, mengenai suaminya nanti dia kasih tahu secara perlahan-lahan
Ponsel mama Citra berbunyi
" Hallo ma, ini papa mau memberitahukan kalau papa ada Dinar keluar kota 5 hari, jadi papa ini langsung berangkat ya, mama baik-baik di rumah dengan anak-anak."
" Baik pa, hati-hati."
__ADS_1
Citra duduk di bangku taman sebentar untuk menenangkan hatinya sebelum dia masuk menemui putri, Citra tidak mau terlihat rapuh di hadapan putrinya, Citra tahu kalau sekarang Sindi sangat rapuh dan butuh sosok orang yang kuat untuk buat sandaran dirinya, kalau suaminya tahu pasti suaminya akan marah besar, dan untuk sementara waktu Sindi tidak mungkin mendapat perlindungan dari papanya, jadi Citra harus kuat di hadapan sang putri
Citra tidak tahu harus berbuat apa, hatinya hancur se hancur-hancurnya, putri yang sejak kecil ia didik dengan baik, ia tanamkan semua ilmu agama, sekarang malah menghancurkan hati kedua orang tuanya, membuat malu keluarga, membuat dosa untuk ke dua orang tuanya
" Mama akan berdosa kalau mama membunuh janin yang tidak bersalah itu, tapi bagaimana mama akan menyaksikan kehidupan kamu saat akan melahirkan bayi tanpa ayah, apa yang akan di katakan semua orang pada mu nak..." Ucap mama Citra dengan menangis
Dengan berat hati, akhirnya mama Citra memutuskan untuk mempertahankan cucunya yang masih dalam kandungan putri tersebut, dan akan tidak peduli atas semua cemoohan orang nanti, dan siap akan menerima konsekuensi apa yang dia terima dari sang suami, karena Citra sudah gagal menjadi ibu buat Sindi, Citra akan membesarkan nya bersama dengan Sindi, walaupun Sindi tidak bersuami
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...