
diruangan Arman merasa ngantuk tapi melihat mata Vika yang belum terpejam, Arman keluar dari ruangan Vika untuk pergi ke kantin, disaat Arman melangkah di lorong RS, Arman melihat seseorang yang sangat dia kenal tapi Arman buru-buru menepisnya, dia berfikir tidak mungkin dan tidak mungkin, tapi disaat Arman sudah mendekat Arman sangat terkejut dan hatinya seperti teriris-iris, bagaimana bisa orang yang paling dia sayang, paling dia kagumi, hormati dan menjadi panutannya selama ini bisa tidur di atas kursi tanpa memakai selimut, pasti rasa dingin menerpa kulit yang sudah menua itu, Arman memperhatikan sampai-sampai Air matanya luruh menyapa pipinya, Arman duduk disebelah orang tua itu
" pa, ... bangun pa
ya orang yang di lihat Arman adalah papanya, papa yang selama menjadi sosok super hero baginya, selalu menjadi kebanggaan bagi Arman.
" ekm, papa mengerjapkan ke dua matanya
Arman buru-buru menghapus air matanya sebelum papanya melihatnya
" Arman!!!!
" iya pa, ni Arman, kenapa papa tidur disini, tadi bukannya papa bilang kalau papa akan pulang?
" iya tadi mau pulang, tapi papa capek nak, jadi papa berhenti dulu, eh tahu tahunya papa tertidur disini, hehehehehehe (papa menutupi apa yang terjadi terhadap papa dan mamanya, papa tidak mau menambah beban pada anaknya)
" pa, apa tidak ada yang ingin papa kasih tahukan ke Arman?
__ADS_1
Arman sebenarnya sedang merasakan ada sesuatu yang sedang ditutup -tutupi oleh papanya
" pa, lihat mata Arman
papa melihat mata Arman tapi papa segera memalingkan pandangannya ke temapt lain. itu saja sudah membuktikan kalau memang benar aa yang disembunyikan papanya
" pa, Arman hanya bisa berbicara, kalau memang papa ada masalah entah sama siapa, tapi Arman mohon berbicaralah sama Arman pa, Arman tidak mau menjadi anak yang tidak berguna bagi orang tuanya, kalau papa berfikir disaat papa cerita akan menambah beban Arman, papa salah Arman malah merasa menjadi anak yang sangat berguna jadi Arman mohon, kalau sekarang papa belum mau mengatakan pada Arman, Arman tidak masalah, Arman akan menunggu papa siap memberitahukan pada Arman,
papa yang mendengar ucapan Arman merasa sangat Bangga, dia mempunyai anak laki-laki yang penuh perhatian dan tanggung jawab, dan papa juga senang karena sifat istrinya tidak ada pada diri Arman
" pa, ke kantin yuk, kita cari minum yang hangat pasti enak ya,
selama dalam perjalanan papa selalu terngiang semua ucapan Arman
sesampai di kantin dan ssaling mengobrol
" nak
__ADS_1
" iya pa, Arman melihat papanya
" nak, ada yang mau papa ucapkan
Arman memegang tangan papa
" pa kalau memang papa belum siap, Arman tidak apa-apa, Arman akan selalu ada disis papa dan akan menunggu paap siap, Arman tidak mau kalau cerita dengan keterpaksaan
" tidak nak, papa akan cerita semuanya tapi papa mohon kepadamu setelah papa cerita jangan kamu membeci orang yang akan papa ceritaakan, kamu masih muda jadi kamu harus bisa mengambil Hikmah dalam ceita papa
" iya pa, Arman mengerti dan Arman berjanji pada papa tidak akn membeci siapa pun, apabila kita membenci seseorang maka kita akan di jauhkan dari segala hal,,,
" kamu sudha dewasa ya nak sekarang, bukan Arman yang sangat usil
" kalau itu pasti pa, tapi untuk usil, Arman tetap pa
mereka berdua tertawa dan Arman senang karena melihat papanya sudah tersenyum kembali
__ADS_1
-----------------------------
jangan lupa tinggalin jejak ya ka, LIKE, VOTE, RATE, TIPS DAN FAFORIT agar tidak ketinggalan ceritanya