
tapi jujur untuk saat ini Sindi masih merasa sakit hati dengan hal buruk yang menimpa nya di masa lalu yang mereka sebabkan.
"Maafkan saya nyonya, tapi saya mohon untuk kalian segera pergi daru rumah saya, rasa nya melihat kalian di sini saat ini membuat saya harus mengulang rasa sakit saat dulu, tolong pulang lah dulu dan melihat kembali lagi untuk melihat Omar, saat saya sudah merasa lebih baik nanti nya." Pinta Sindi pada ke dua orang tua yang ada di hadapan nya dengan bersungguh sungguh.
Mendengar apa yang di katakan oleh Sindi, Ajeng merasa lega akhir nya ia masih bisa datang dan kembali bertemu dengan cucu nya Omar, dengan cepat setelah mendengar penjelasan Sindi, Danu membawa istri nya untuk pulang saat itu juga, ia tidak ingin menyakiti hati Sindi terlalu dalam lagi jika mereka masih di sana.
Setelah Ajeng dan Danu pulang, Sindi kembali pergi ke kamar anak anak nya, setelah membuka pintu kamar, Sindi melihat bibi duduk di tepi tempat tidur Zhifa dengan tangan nya yang tidak henti henti nya membelai rambut Zhifa yang halus terurai.
"Bi terima kasih ya sudah jagain mereka, sekarang bibi bisa istirahat karena jam juga sudah malam bisa saya saja yang menemani mereka tidur." Ucap Sindi pada bibi.
"Ya sudah kalau begitu bibi kembali ke kamar ya non." Pamit bibi sebelum akhir nya ia pergi dari kamar anak anak majikan nya.
__ADS_1
Terlihat Omar sudah terlelap dalam tidur nya yang nyenyak, sedangkan Omar masih terjaga, Sindi membaringkan tubuh nya di sisi Zhifa dan membelai rambut putri kecil nya, seperti yang bibi lakukan pada putri nya, dan tidak butuh waktu lama sekarang Zhifa lun terlelap.
Melihat ke dua buah hati nya sudah lelap dalam tidur nya, Sindi memutuskan untuk memastikan bahwa Omar memang sudah tidur.
Tangan Sindi membelai pucuk kepala Omar tanpa terasa air mata nya mengalir begitu saja.
"Sayang bagaimana jika suatu saat kamu tahu, jika orang yang selalu kamu panggil papi bukan lah ayah biologis kamu, bagaimana mami harus menjelaskan nya nanti pada kamu agar dapat mengerti keadaan kita dulu, apa kamu bisa memaafkan mami, mami tidak pernah ingin menyembunyikan ini dari kamu, sungguh mami tidak ingin mengecewakan mu nak." Sindi terus berfikir dan bertanya dalam hati nya lalu tiba tiba seseorang membuka pintu kamar dan masuk.
"Ayo bang, aku akan menemani abang tidur sekarang." Ucap Sindi lalu beranjak dari duduk nya.
Ke dua nya berjalan menuju kamar nya, Sindi terlebih lagi mengganti pakaian nya dengan piyama sebelum ia pergi menemani suami nya tidur, Sindi melepas hijab nya yang selalu menutupi rambut indah nya sekarang.
__ADS_1
Setelah mengganti pakaian nya, Sindi masih sempat merapikan rambut nya di depan cermin tapi Irsyad menahan aktifitas nya.
Irsyad merebut sisir yang ada di tangan istri nya lalu menyimpan nya lagi. Irsyad membalik kan tubuh sang istri agar Sindi menghadap ke Irsyad yang saat ini berada di belakang nya, Irsyad menggenggam tangan Sindi lalu berkata.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...