
" Nak bangunlah jangan begini." Ucap mama mengajak Citra untuk duduk di sebelahnya, Citra dan Angga berdiri lalu duduk di sebalh kedua orang tuanya
" Maaf kan kami nak, karena telah berperasangka buruk pada kalian," Ucap papa
" Papa dan mama tidak salah, mama dan papa memang benar, siapa yang tidak marah kalau anaknya tidak menganggap kedua orang tuanya." Jawab Angga
" Kalau boleh tahu Ikbal itu putranya siapa?." Tanya papa
" Putra dari keluarga Abraham pa." Jawab Citra
" Apa!!! jadi mereka yang sudah menghina kalian terutama kamu nak." Ucap papa menunjuk Citra
__ADS_1
" Iya pa,." Jawab Citra
" Oh ok,." Ucap singkat papa
" Lihat saja, kalian, sudah aku pastikan hidup kalian akan sengsara, dengan teganya kalian tidak mau mengakui kalau cicitku adalah cucu kalian, jangan harap kalian akan bisa hidup tenang sebentar lagi," Ucap papa dalam hati
Papa sudah mempunyai ide untuk menghancurkan keluarga Abraham, siapa orang yang sudah berani mengganggu apalagi sudah mencaci putri dan cucunya dari keluarga Wibisono harus siap-siap untuk gulung tikar
" Nak, apa kamu tidak bilang kalau kamu dari keluarga Wibisono, saat mereka mencaci kamu dan Sindi?." Tanya papa
" Biarkanlah mereka untuk sementara berada di atas awan, setelah Sindi melahirkan kita akan mempersiapkan resepsi untum Sindi dan Irsyad, tadi Angga tanya pada Bagas, mereka tidak tahu kalau Irsyad adalah putra dari Bagas dan Tika, mereka tahunya kalau Irsyad adalah sahabat Ikbal yang berprofesi sebagai dokter, andaikan mereka tahu kalau Irsyad dari keluarga Pamungkas, Angga yakin mereka akan syok berat, secara dari bisnis keluarga kita saja masih berada di bawah keluarga Pamungkas, apa lagi mereka pa." Jawab Angga
__ADS_1
" Ya begitulah kedua orang tua dari Bagas, mereka selalu mendidik putra semata wayangnya menjadi anak yang memiliki sifat rendah hati tapi bukan di rendahkan orang lain, dan apalagi mereka punya menantu seperti Tika, dulu papa sempat kaget saat tahu kalau menantu dari keluarga Pamungkas adalah dari kalangan orang biasa, orang-orang pasti berfikir kalau Tika menikah dengan putra orang kaya hanya cuma untuk mendapatkan hartanya dan numpang hidup saja, tapi fikiran hilang begitu saja papa melihat dengan kepala papa sendiri siapa sosok Tika sebelum menikah dan saat Tika sudah menikah dengan Bagas tidak ada perubahan sedikit pun dari Tika, papa bangga melihat Tika, dan sekarang papa juga mempunyai putri dari sahabat Tika yaitu kamu Citra,."
" Kami juga bangga, karena sifat kamu juga hampir sama dengan Tika, maaf bukannya papa ingin membandingkan kalian ber tiga nak, tapi pasti kamu tahu maksud ucapan papa."
" Citra tahu kok pa, memang sejak sekolah hanya Tika yang selalu memahami segalanya, Citra dan Vika iti tidak bisa hidup kalau tidak ada Tika saat itu, bagi kita berdua Tika adalah segalanya, susah senang kita bertiga selalu bersama-sama,." Jawab Citra membenarkan ucapan dari papanya, contohnya saja dengan masalah Sindi ini, kalau bukan dari dorongan Tika untuk memberitahukan kepada suaminya, pasti sampai sekarang masalah ini belum selesai dan kemungkinan suaminya tahu dari orang lain
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karyaku...