CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

" Sabar Ray, tinggal beberapa hari lagi, setelah selesai abang akan membuat kamu tidak bisa berjalan sayang, agar kamu tahu betapa abang sangat mengingin kan kamu." ucap Ray dengan lirih.


Ke esokan hari nya, mereka semua sudah sampai di bandara Juanda kota Surabaya, keluarga besar Pamungkas dan keluarga besar Alfarezi, si kecil Langit yang sedari tadi nempel di gendongan Mesya, yang berjalan paling depan masuk ke dalam bandara, semua barang barang mereka sudah masuk terlebih dahulu di bawa oleh anak buah Ray.


Ray yang berjalan tangan kanan nya memeluk pinggang ramping Mesya, seakan akan Ray tidak mau terpisahkan dari Mesya.


" Sayang abang mau punya anak yang banyak ya." Ucap Ray tiba tiba yang berada di sebelah Mesya.


" Ck, apa bang????." Ucap Mesya yang kaget.


" Nanti kita punya anak yang banyak ya, kalau bisa kembar seperti mommy, pasti seru deh." Ucap Ray.


" Emmm abang fikir hamil dan melahirkan itu enak, banyak wanita yang tersiksa loh bang, abang kan tidak ngerasain, jadi kita ikut program pemerintah saja ya." Ucap Mesya.


" Sayang tenang saja, kalau sayang nanti hamil terus ngidam yang aneh aneh, abang siap 24 jam kok untuk memenuhi ngidam nya sayang." jawab Ray dengan sangat antusias, sambil membayangkan bagaimana kalau ia mempunyai anak kembar seperti ke dua mertua nya.

__ADS_1


" Bener ya bang, ini janji loh, dan abang harus tepati atas apa yang sudah ucapkan." Ucap Mesya.


" Iya sayang, abang janji, apa sih yang tidak buat sayang." Gombal Ray.


Sampai di Jakarta Ray dan rombongan segera ke hotel milik Juna dan Ray, mereka berdua juga melakukan kerjasama untuk pembangunan hotel, hotel mereka sudah ada 6 yang tersebar di kota Jakarta, belum di kota kota lain nya.


Kini para rombongan sudah berada di dalam kamar masing masing, Ray pun juga sudah berada di dalam kamar bersama Mesya, Mesya kini sedang berada di dalam kamar mandi, semetara Ray berjalan menuju balkon yang berada di kamar hotel tersebut hanya untuk sekedar bersantai.


Saat Mesya keluar dari kamar mandi, ia tidak mendapati suami nya, Mesya menoleh kanan dan kiri, ketika sudah mendapati keberadaan sang suami, Mesya langsung mendekati nya.


" Sayang." Panggil Ray.


" Hemmmm." Jawab Mesya.


" Kenapa?. Tanya Ray.

__ADS_1


" Tidak ada apa apa bang, Mesya tadi cariin abang, kirain abang kemana gitu dan ninggalin Mesya di sini sendiri." ucap Mesya


Ray pun segera meraih tangan Mesya dan mengarahkan nya ke depan tubuh nya.


" Ngomong apa sih, hmmm." Ucap Ray sambil mencubit hidung Mesya.


" Abang sudah nungguin sayang, banyak syarat yang harus bisa abang penuhi untuk menjadi suami yang pantas buat sayang, terus mau di tinggal gitu saja, mana mungkin sayang." Ucap Ray sambil memeluk Mesya dan membelai rambut Mesya.


" Di hati abang sudah ada nama adik dari dulu, sejak kita pertama kali bertemu di dalam universitas. Abang sempat akan menolak mama nya Langit tapi abang tidak bisa menolak karena bagaimana pun juga almarhumah Fina adalah pilihan dari ke dua orang tua abang, abang sempat putus asa juga saat tahu sayang sudah....


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2