
" Sin, jangan berbicara seperti itu, kamu tidak boleh menyalahkan Allah untuk musibah yang menimpa kamu."
" Kamu harus sabar."
" Cukup tante, apa tante pernah merasakan kehilangan orang yang tante sayangi."
" Apa tante pernah kehilangan seperti aku ini sekarang."
" Apa pernah tante."
" Tante tidak pernah ngerasain kehilangan seseorang yang amat berarti di hidup tante, jadi tante tidak tahu apa yang aku rasain tante."
" Ya Allah, biarkan aku bersama-sama dengan mas Ikbal, ambil nyawaku Ya Allah."
" Engkau membiarkan aku tetap hidup dengan hati yang mati."
" Sin, dengerin mama nak, apa yang Tante Fitri ucapkan benar nak, kamu tidak boleh begini, kamu harus kuat menjalani hidup kedepannya, Ikbal tidak meninggalkan kamu nak, ada anak Ikbal yang berada di perut kamu, kamu mulai sekarang harus bisa menjaganya sampai ia lahir di dunia ini, setelah ia lahir kita berjuang bersama-sama untuk mendidik ia dengan baik, Allah menitipka ia di dalam perut kamu, karena Allah percaya kalau kamu mampu dan kuat untuk menjaga ia." Ucap mama Citra
Beberapa orang datang menuju makam Ikbal, mama Ikbal yang Sindi di atas makan putranta membuat emosinya seketika memuncaj
__ADS_1
" Dasar wanita murahan." mama Ikbal berbicara dengan suara lantangnya
" Menjauh dari makam anakku."
" Aku tidak sudu makam anakku akan menjadi najis karena kedatangan mu, wanita kotor yang memberikan tubuhnya hanya demi uang." Mama Ikbal terus-terus mencaci maki Sindi di depan makam Ikbal, tidak seorang pun mampu untuk menghentikan cacian dari mama Ikbal,
Mama Citra langsung berdiri, dia tidak mau kalau putrinya di caci sampai begitu
" Nyonya Abraham yang terhormat, apa kah anda kesini hanya untuk mencaci putri saya, apakah anda benar istri seorang pengusaha hebat di Kota ini, dengan mudahnya anda mencaci putri saya, apa sudah cukup anda mencacinya, kalau belum silahkan anda ucapkan."
" Hebat sekali ucapkan anda, anaknya murahan dan ibunya tidak tahu diri."
Mama Ikbal yang masih melihat Sindi tidak kunjung menjauh segera menarik lengan Sindi sehingga membuat lengan Sindi memerarag, di lemparkan tangan Sindi sehingga membuat Sindi jatuh terduduk
" Awwwww.." Sindi memekik merasakan sakit di lengannya karena lengannya menghantam batu nisan yang terbuat daru keramik
" Kamu dengar baik-baik, sampai kapan pun saya tidak sudi menerima anak yang kamu kandung, saya tidak may wanita murahan seperti kamu yang melahirkan cucuku."
" Tapi tante ini benar anak mas Ikbal."
__ADS_1
" Saya berani bersumpah, saya hanya berhubungan dengan mas Ikbal."
" Apa kamu bilang Tante, panggil saya dengan Nyonya karena kamu tidak lebih baik dari seorang pelayan." mama Ikbal berucap sambil menekankan kata Tante
" Kamu hanya wanita murahan yang tidak sengaja di pakai jasanya oleh anakku, kamu itu..."
" Cukup Nyonya..." Sindi menghentikan ucapan mama Ikbal dengan menekankan kata-kata Nyonya
" Sudah selesai Nyonya, kalau sudah selesai saya akan mengajak putri saya untuk pergi dari sini, tapi ingat suatu saat kalian akan bersujud di hadapan kaki putriku, aku yakin kalian akan menyesal telah memperlakukan putriku dengan begitu keji, ingat itu."
Sindi, mama Citra dan tante Fitri berlalu pergi...
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1