CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 94


__ADS_3

" Entah kenapa cuaca dingin seperti ini Sindi malah menggunakan pakaian yang terbuka seperti ini, apa Sindi tidak kedinginan." Ucap Irsyad saat melihat Sindi hanya menggunakan piyama tidur tanpa lengan dengan belahan dada yang cukup lebar, membuat jiwa seorang lelaki Irsyad menjadi bergelora


" Aghhh sial-sial, kenapa kamu menyiksaku di saat seperti ini Sin?." Irsyad berdecak kesal pada Sindi yang nampak begitu nyenyak dalam tidur nya


" Seperti nya Sindi tidur sangat nyenyak, jika aku menyentuh sedikit saja tidak akan terbnagun kan, he...he...he...." Fikir Irsyad sambil tersenyum menyeringai di wajah Irsyad


Entah keberanian datang dari mana, pertama Irsyad menyentuh pipi nya yang mulus, nampak tidak ada respon dari Sindi, membuat Irsyad semakin berani mendekat ke arah Sindi yang masih tidur dalam nyenyak nya, di cimum nya pipi nampak gelembung di saat usia kehamilan Sindi bertambah, setelah Irsyad mencium pipi Sindi, nampak senyum di wajah Sindi dengan mata masih terpejam.


" Terlihat sangat imut dia saat tertidur, apa yang kamu mimpi kan sampai saat tidur pun bisa tersenyim begitu manis." Ucap Irsyad yang melihat wajah cantik Sindi saat tertidur


Irsyad mensejajarkan tubuh nya dengan Sindi, ia memeluk wanita yang sudah menjadi istri nya itu dengan erat, membuat nya merasa hangat, karena hasrat nya tak kunjung mereda tangan Irsyad mulai bergerilya di sekitar tubuh Sindi, dengan terus mencium tengkuk leher Sindi, Irsyad tidak sadar aktifitas nya membangunkan Sini


Karena kaget dengan apa yang di lakukan Irsayd, Sindi berkata dengan nada tinggi


" Apa yang abang lakukan?." Sindi merasa malu dengan apa yang di lakukam Irsyad nampak pakaian nya sudah berantakan oleh aktivitas Irsyad

__ADS_1


Irsyad begitu kaget karena Sindi terbangun


" Sin, maafkan abang, abang tidak sengaja melakukan nya, aku terbaws suasana karena sangat dingin." Ucap Irsyad


" Maafkan abang Sin." Irsyad menundukkan pandangan nya dan keluar kamar meninggalkan Sindi sendirian


Di luar kamar Irsyad terus mengumpat pada diri nya sendiri yang begitu bodoh melakukan hal semacam itu, terlebih lagi saat Sindi tertidur ia melakukan nya


" Pasti saat ini Sindi berfikir bahwa aku ini buka lelaki yang baik."


Pagi hari Sindi sudah membantu bik Sumi membuat sarapan, tapi sejak subuh tadi Sindi tidak terlihat suami nya sejak kejadian semalam.


" Kemana bang Irsyad pergu, apa abang marah karena aku bersikap seperti itu tadi malam."


" Aku benar-benar terkejut saat abang menyentuh ku, apa dia pergi dari rumah semalam." Sindi bertanya dalam hati nya

__ADS_1


Saat Sindi melangkahkan kaki hendak melihat ke luar, terlihat Irsyad yang masih terlelap di atas sofa ruang tamu


" Abang, jadi semalam bang Irsyad tidur di sini? bahkan bang Irsyad melewatkan sholat subuh nya, ini semua karena aku, maafkan aku bang." Sindi sangat menyesal telah berbicara setenagh berteriak karena Irsyad menyentuh bagian tubuh nya, Sindi segera mendekat


" Bang, abang bangun... yuk." Ucap Sindi dengan tutur kata yang sangat lembut


" Bang," Sindi menggoyangkam tubuh Irsyad untuk membangunkan nya


" Bang, apa abang tidak pergi bekerja hari ini? ini sudah siang bang, kenapa abang belum bangun." Sindi terus mencoba membangunkan suami nya


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


__ADS_2