
Keesokan harinya Bian sudah berada di dalam kampus, berhubung dia mahasiswa baru jadi untuk semenatra dia akan sendiri dulu, Bian masuk ke dalam Aula karena akan mengadakan Ospek bagi mahasiswa baru,
" Bismillah, semua pasti lancar dengan apa yang aku inginkan." Ucap Bian sambil melangkahkan kakinya ke dalam aula
Dari kejauhan ada sebuah mobil mewah masuk ke gerbang kampus,
" Sayang, selamat ya sekarang adik jadi mahasiswa, adik belajar yang rajin ya, ingat jangan menatap cowok-cowok yang ada disana." Ucap Juna
" Iya bang, adik tahu kok, adik akan selalu menjaga diri, hanya abang Juna suami adik yang paling sempurna ." Ucap Ais sambil membelai pipi sang suami
" Ya sudah buruan masuk dek, keburu terlambat nanti." Ucap Juna sambil mencium kening istrinya
" Iya bang adik masuk dulu ya, abang hati-hati ya." Ais mencium punggung tangan suaminya
🌹🌹🌹
__ADS_1
Setelah Ais turun dari mobil suaminya, ia langsung melangkahakn kakinya menuju Aula, Ais duduk disebalah Bian
" Hai, boleh kenalan." Ucap Bian yang melihat sebelahnya ada Ais
" Boleh, Aisyah Humaira P, panggil saja dengan Ais." ucap Ais sambil menjulurkan tangannya
" Bianca, Panggil Bian saja." Jawab Bian
Mereka berbincang sambil menunggu acara mulai, mereka berdua juga saling bertukar no ponsel, ssetelag acara selesai, mereka berdua sangat senang karena mereka 1 kelompok saat ospek berlangsung,
" Ya sudah kalau begitu aku puang dulu ya Ais, tidak apa-apa kan aku tingga duluan, karena aku sudah ditunggu sama orag tuaku di rumah." Ucap Bian
" Okey."
Bian melangkahkan kakinya menuju tempat parkir motornya Bian tidak mau membawa mobil, dia ingin mendapatan teman yang benar-benar menerima dia apa adanya, terbukti di hari pertama dia masuk kuliah, sudah mempunyai teman bernama Aisyah, menurut Bian, Aisyah adalah perempuan yang sangat kalem dalam bertutur kata, senyumnya yang sangat manis, dia sangat bersyukur mempunyai teman seperti Ais, tapi Bian agak penasaran, setelah berkenalan dengan Ais, sepertinya wajah Ais sangat familiar, tapi dimana, Bian tadi mau bertanya tapi dia sungkan, nanti akan dia tanyakan kalau sudah lama berteman dengan Ais, Bian menemouh 30 menit menuju ke rumahnya
__ADS_1
" Assalamualaikum." Ucap Salan Bian
" Wa'alaikumsalam." ibu menJawab salam Bian
" Sudah pulang nak, gimana kuliah kamu?." Tanya ibu
" Alhamdulilah lancar buk, tadi aku sudah punya teman buk, dia itu perempuan cantik banget, dia sopan meskipun kita seumuran, tutur kata yang lembut, sepertinya dia tidak bisa marah bu, mau marah gimana saat di berbicara empuk banget suaranya, tapi aku penasaran buk, wajahnya itu familiar, pernah tahu gitu tapi dimana." Bian menceritakan kebersamaanya Bian dengan Ais saat di kampus tadi
" Ya bagus dong, kalau kamu berteman dengan Ais, berarti kamu secara tidak langsung akan ketularan sifat-sifat baiknnya nak." Jelas ibu
" Ih ibuk, berarti selama ini Bian gak baik gitu."
" Bukan begitu nak, kamu sudah menjadi putri ibu dan bapaj yang paling baik, tapi alangkah baiknya kalau sifat-sifat kamu bertambah lebih baik lagi, jadi kamu jangan salah menanggapi ucapan ibuk tadi." Jelas ibu
" Iya ya buk, Bian juga pasti sudah mengerti kok, ya sudah Bian ke kamar dulu ya mau istirahat." Ucap Bian berpamitan pada ibuk
__ADS_1
🌷🌷🌷
...... To be continued......