
"Sabar ya nak, kita sudah sampai di rumah oma dan opa sama aunty juga. Ucap Sindi pada putra nya yang masih terus menangis
"Lho non Sindi." ucap satpam rumah Sindi
"Assalamualaikum pak." Sindi mengucap salam
"Waalaikumsalam, aduh ganteng banget putra nya non!!! sendirian saja non, den Irsyad kemana non?." tanya satpam tersebut
"Terima kasih pak atas pujian nya tapi maaf aku tidak punya uang receh." Ucap Sindi bercanda
Sindi masuk ke dalam rumah dan di sambut tangisan oleh mama Citra, bagaimana tidak melihat kondisi cucu nya sehabis menangis membuat hati nya ter iris iris. mama Citra tidak bertanya apa pun pada Sindi yang terpenting sekarang Sindi dan cucu nya selamat sampai rumah.
__ADS_1
Di tempat Irsyad, Irsyad memasuki kamar tidur nya dimana biasa nya kamar itu sangat ramai dengan tangisan Omar tapi hari ini kamar itu sangat senyap tidak ada suara apa pun dari dalam sana, membuat hari Irsyad perih mengingat nya, aroma wangi khas bayi masih tercium di sana, Irsyad terduduk di tepi tempat tidur biasa berbagi tempat tidur dengan wanita yang di nikahi nya beberapa bulan yang lalu, kini entah di mana wanita yang selalu memperlihatkan senyum manis nya itu, hanya ada foto foto nya saja di kamar itu, Irsyad memeluk foto Sindi dan bayi nya yang di ambil oleh mommy setelah Sindi melahirkan,
"Kalian dimana sekarang, semoga kalian selalu baik baik saja, dimana pun kalian berada." Ucap Irsyad yang masih setia dengan memeluk foto istri dan putra nya.
"Abang berjanji akan menemukan kamu Sindi dan akan membawa kamu kembali ke sisi abang, tunggu abang menjemput kamu Sindi, Omar tunggu papi jemput kamu ya nak."Ucap Irsyad yang masih menatap foto tersebut.
Irsyad berdiri lalu mengganti pakaian nya saat Irsyad mengambil baju nya tanpa sengaja Irsyad menjatuhkan kertas putih. Kertas apa ini, sejak kapan Sindi menyimpan pakaian ku dan menyelipkan kertas kecil ini, Irsyad merasa penasaran kenapa kertas seperti itu ada di lemari nya, dengan perlahan di buka nya kertas itu.
Saat abang menemukan surat ini, mungkin aku dan Omar sudah tidak berada di dekat abang lagi, sungguh aku berterima kasih untuk semua kebaikan yang abang dan keluarga abang berikan pada ku dan Omar, aku sangat menyayangi kalian. Bang aku harap abang akan bahagia bersama mbak Mela setelah ini, aku sadar seharus nya aku tidak memiliki perasaan terhadap abang, karena aku tahu di hati abang hanya ada mbak Mela saja, aku dan Omar pergi abang, aku akan menyimpan perasaan ini untukku dan aku akan bahagia jika kalian bersatu,, nikahilah mbak Mela untuk kebahagian abang, jangan fikir kan aku lagi, saat ini aku sudah mendapatkan kebahagian ku yaitu Omar, aku akan mengurus perceraian kita setiba ku di rumah nanti, salam buat mommy dan daddy ya, sampaikan permohonan maaf ku untuk mereka, karena selama aku di sana, aku selalu merepotkan mommy dan daddy.
Sindi dan Omar
__ADS_1
"Apa ini Sindi, abang sama sekali tidak pernah berfikir untuk berpisah dari kamu, abang dan Mela sama sekali tidak seperti apa yang kamu fikir kan." Irsyad meremas, kertas itu dengan kemarahan yang sudah memuncak.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1