
"Apa ini Sindi, abang sama sekali tidak pernah berfikir untuk berpisah dari kamu, abang dan Mela sama sekali tidak seperti apa yang kamu fikir kan." Irsyad meremas, kertas itu dengan kemarahan yang sudah memuncak.
"Abang tidak akan membiarkan kamu melakukan ini, kenapa kamu sama sekali tidak bisa melihat betapa abang sangat mencintai kamu, meskipun abang tidak mengatakan nya secara langsung, bukan kah kita sudah dewasa tapi kenapa kami tidak bisa mengerti dengan hal ini." Ucap Irsyad yang langsung keluar kamar untuk segera menjemput anak dan istri nya.
"Kamu mau kemana Syad?." Tanya daddy secara tiba-tiba.
Irsyad langsung kaget saat daddy memanggil langsung nama bukan lagi nak atau abang, Irsyad yang tahu hal itu langsung takut untuk menghadapi daddy nya
"Mas, jangan seperti itu, kasihan Irsyad." Ucap Mommy sambil mengelus punggung suami nya agar emosi nya mereda
Irsyad duduk di depan daddy dan mommy nya, dengan wajah tegang serta takut saat menatap ke arah daddy nya
__ADS_1
"Kenapa pertanyaan daddy tidak kamu jawab?." Ucap daddy dengan tegas dan dingin seperti orang yang siap akan menghadapi persidangan
"I....Irsyad mau ke rumah mama Citra dan papa Angga." Jawab Irsyad dengan grogi
"Buat apa kamu ke sana, bukan nya kamu lebih senang dan tidak punya beban lagi kalau Sindi dan Omar tidak bersama kamu hah!!!." Ucap daddy dengan tatapan mata yang tajam seperti ingin memangsa musuh nya
"Maksud mas apa?." Tanya Mommy pada Daddy
"Sudah dek, adik diam dulu, biar kan laki laki di depan kita ini yang menjawab nya, kata nya ia sudah dewasa dan seharus nya dia harus bisa mana yang pantas dan tidak pantas bagi laki-laki yang ber istri, dan seharus nya dia juga bisa melihat pengalaman dari laki-laki yang sudah di anggap sebagai daddy nya, bagaimana pun juga daddy sudah pernah mengalami itu dan berimbas dengan orang-orang di sekitar nya terutama istri, sudah dari awal di tanya kalau memang tidak siap untuk menikahi nya jangan menikahi nya, kamu itu sudah membuat Sindi tersanjung dengan pengorbanan kamu tapi apa yang kamu lakukan terhadap Sindi, Sindi terjatuh ke dasar dasar nya, bagaimana sekarang apa kamu sudah puas???? lebih baik lepas kan Sindi dan Omar kalau kamu hanya bisa menambah sakit hati nya, biarkan mereka bahagia, mungkin nanti ada laki-laki yang siap dan bersedia untuk menerima Sindi dan Omar seutuh nya." Ucap daddy
Jantung Irsyad bagaikan tertancap ribuan belati. "Daddy sudah tahu semua nya, berarti tamat riwayat aku sekarang, aku harus bagaimana, aku tidak mau Sindi dan Omar di miliki laki-laki selain aku, hanya aku yang pantas untuk Sindi dan Omar, aku tidak mau melepaskan Sindi." Ucap Irsyad dalam hati nya dan sambil menundukkan kepala nya
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak bisa menjawab, kamu jangan egois, kasihan Sindi, Sindi butuh laki-laki yang siap mengayomi dia setiap saat dan Omar butuh seorang ayah yang bisa membuat dia tidak di kucilkan oleh teman-teman nya nanti." bentak daddy
"Mas, yang sabar, ijin kan adik yang bicara sama Irsyad ya mas." Pinta mommy pada daddy
"Nak, jawab jujur, apa benar yang di ucap kan oleh daddy???." Tanya mommy pada Irsyad
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...