
hai hai kak, kembali lagi nih. maaf ya kemarin Authornya libur 1 hari, yuk di lanjut bacanya, selalu stay ya
------------------------
" tapi mas jahat sama adik?
" maksudnya?
" saat adik terjatuh mas cuma lihatin aja
" maafkan mas ya sayang,,,,
Tika terseyum dan menganggukan kepalanya, mereka berdua larut dalan candaanya sampai-sampai ada yang mendekati mereka
" nak, kalau bercanda jangan di pinggir trotoar ya,, tidak baik buat ibu hamil, apa lagi istri kamu hamil besar gitu
Tika dan Bagas menatap nenek itu dan tersenyum
" iya nek, maafkan kami ya, terima kasih sudah mengingat kami nek
" sama-sama nak, ya sudah nenek pergi
" iya nek
setelah nenek itu pergi
" mas, adik ambilkan kursi rodannya ya?
__ADS_1
" tidak usah sayang, mas mau mencoba berjalan ke sana (menunjuk letak kursi roda)
" baiklah, apa perlu mas adik papah?
" tidak usah sayang, adik perlu lihat saja ya?
" iya mas,
Bagas mulai berjalan meskipun kakinya masih agak sulit untuk berjalan tapi dengan penuh keyakinan Bagas berjalan dan sampailah dia di kirsi roda
" mas kita ke RS sekarang atau pulang dulu?
" ke RS aja sayang, setelah dari RS kita pulang, kita kasih kejutan orang di rumah
" siap mas
" Assalamualaikum
" Wa'a....... (semua kaget melihat Bagas yang sudah bisa berjalan lagi sampai-sampai salam tidak mereka lanjutkan, tadi di dalam mobil Bagas meyakinkan Tika kalau dia berjalan tidak usah memakai tongkat lagi)
" kok salamnya tidak di jawab?
" Wa'alaikumsalam
" nak, nak apa benar ini kamu nak?
" iya ma, ini aku Bagas,,,
__ADS_1
" sayang,,, (mama memeluk putranya)
mereka semua duduk di sofa ruang tamu, dan Bagas menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir
" jadi sebenarnya kalian itu sudah saling mengagumi ya? (tanya mama sambil terseyum)
" hehehheheh iya ma, (Bagas terseyum sambil menggaruk kepalanya)
" selamat ya nak, om sudah yakin kamu pasti bisa berjalan lagi, semoga nasib baik juga biat Arman ya. (terlihat wajah papa Arman yang sendu)
" pasti om, saya yakin Arman dan Vika pasti bisa melewati semua ini, mereka berdua orang yang sangat tangguh om
" iya nak, dan om akan segera mengurus perpisahaan om sama mamanya Arman
semua kaget mendengar ucapan papa Arman,
" pak, kalau bisa jangan, mungkin istri bapak lagi emosi kemarin itu, (Sahut papa Bagas)
" tidak pak, sudah cukup penderitaan yang di alamai oleh Arman, selama ini saya bertahan hanya untuk Arman, sekarang Arman sudah bahagia dengan istrinya jadi saya sudah lepas tanggung jawab saya, saya sudah tidak mau lagi hidup dengan bergelimang harta tapi bathin saya tersakiti, cukup sudah
" om, saya mengerti dengan hati om, saya akan mendukung semua leputusan yang om ambil, selagi keputusan itu tidak akan membuat om tersiksa lagi
" terima kasih pak bu, nak Bagas dan nak Tika sudah mau menerima saya dan memberika izin saya untuk tinggal disini, disini saya tidak hanya tidur tapi juga di beri pakaian dan makan, saya sangat berhutang budi pada......
----------------------
semangat - semangat Ok
__ADS_1