CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 179


__ADS_3

" Sebenarnya kemarin-kemarin aku bukannya tidak tegas, tapi aku melihat sampai mana mereka akan menipu kita, di saat kita membuka kedok mereka Boom , bom yang mereka buat sendiri akan menghangsul luluh lantahkan mereka sendiri."


Prok prok prok


" Luar biasa kamu dek, kakak kira kamu selama ini membiarkan para benalu itu hidup dengan senang, ternyata kamu telah mempersiapkan semuanya dengan matanf, mereka telah membuat lubang makan mereka sendiri, salut kakak dengan jalan fikiran kamu, Kakek tidak salah mempercayakan perusahan ini pada kamu." Beni menepuk bahu Juna


Juna dan Beni diam dan melanjutkan pekerjaan mereka


Tok Tok Tok


" Masuk." Ucap Juna


Ceklek


" Permisi pak, saya akan mempresentasikan lagi disini pak!." Ucap bagian Divisi keuangan


" Silahkan Pak Roni." Juna mempersilahkan


Disaat Pak Roni menjelaskan semuanya, Juna dan Beni memperhatikan semua gerak gerik Pak Roni, semuanya sangat terlihat kalau Pak Roni gugup yang sangat luar biasa

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan dari Pak Roni, Juna mulai bertanya


" Sudah selesai Pak Roni?." Tanya Juna


" Su....sudah pak"." Jawab Pak Roni dengan gemetar


" Baik Pak Roni, apa tidak ada yang perlu Bapak jelaskan kepada saya?." Tanya Juna dengan tatapan tajam dan itu membuat Pak Roni semakin ingin tidak hidup lagi


" Maaf maksud bapak bagaimana?." Tanya Pak Roni seakan-akan dia tidak mengerti


" Baik kalau Pak Roni tidak ada yang mau dijelasan, Boleh saya bertanya sama bapak?." Tanya Juna


" Bapak bisa menjelaskan ini?." Tanya Juna sambil menampilkan vidio CCTV yang di ambil di bagian Keuangan dan beberapa berkas yang di serahkan Beni pada Pak Roni


Sesaat setelah melihat vidio cctv di ruangannya wajah Pak Roni langsung pucat dan dahinya mengeluarkan keringat dingin dengan badan gemetar


" Bagaimana pak Roni?." Tanya Juna lagi


" Maafkan saya pak!", Kata pertama yang keluar dari mulut Pak Roni

__ADS_1


" Buat apa bapak minta maaf, saya hanya minta penjelasan dari bapak." Ucap tegas Juna


" Saya minta maaf pak, maafkan saya, saya sudah memanipulasi hasil keuangan perusahaan ini pak." Jawab pak Roni jujur


" Kenapa bapak melakukan ini?."


" Keluarga saya ada yang sakit pak."


" Kenapa bapak memanipulasinya, apa gaji bapak disini kurang? kalau saya lihat masih bisa di katakan lebih, bapak lihat perusahaan lainnya, apa sebesar gaji diperusahaan ini?


Pak Roni menggeleng-gelengkan kepalanya, menandakan klau gaji di perusahaan yang Juna pimpin sangat besar


" Kenapa bapak tidak mengajukan pinjaman? perusahaan ini memberi fasilitas kepada semua karyawan apabila mengalami kesusahan keuangan bisa meminjam dan untuk pembayaran bisa di potong dari gaji bapak, itu pun sesuai dengan kemampuan bapak, bapak mau di potong, dan saya juga menegaskan apabila memberi pinjaman tidak ada kata bunga, real berapa pun pinjaman yang di ajukan oleh karyawan disini mereka juga mengembalikan sesuai dengan pinjaman dan pembayaran dilakukan dengan cari potong gaji." Juna berbicara panjang lebar malah membuat Pak Roni ketakutan karena Juna terbilang irit bicara, kalau sudah begini ini pasti sudah tidak akan selamat waktu keluar dari ruangan ini


" Apa benar uang yang Bapak ambil itu untuk berobat, kalau benar saya iklas memberikan uang itu, tapi kalau bukan untuk berobat maafkan saya kalau saya akan mengambil jalur hukum!."


🌷🌷🌷


Happy Reading ❤ Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2