
" Kan lipstik Syasya habis tuh bang, di makan sama abang." Mesya mengomel karena ulah suami nya yang selalu kurang waktu ketika mereka bersama.
Sambil memperbaiki penampilan nya, Ray pun juga membantu istri bya merapikan hijab yang sedikit berantakan karena ulah nya tadi.
" Maaf ya sayang, abang seperti nya tidak bisa jauh dari sayang." Ucap Ray.
" Mesya pun memandangi suami nya sambil tangan nya menyentuh pipi suamu nya dan berkata. Bang, Syasya akan selalu ada buat abang, apa pun yang abang inginkan Insya Allah Syasya akan turuti, jadi kita sambung ini nanti malam ya sayang nya Syasya, Syasya kerja dulu, kasihan pasien Syasya yang sudah menunggu lama." Jawab Mesya.
" Apa tadi sayang bilang, ahhh rasa nya pengen cepat malam aja abang ini." Ucap Ray.
Mesya hanya terkekeh mendengar suami nya.
" Ya sudah Syasya masuk dulu ya bang, Syasya tunggu nanti saat makan siang." Ucap Mesya sambil mencium tangan suami nya.
__ADS_1
Dan Ray pun mencium kening istri nya,
" Hati hati kerja nya ya, jangan terlalu capek, kalau pasien nya banyak sayang juga harus istirahat." Ucap Ray dan Mesya hanya menganggukan dan mengangkat ke dua jempol tangan nya.
" Assalamualaikum." Mesya mengucap salam.
" Waalaikumsalam." Jawab Ray.
Ray pun kini melanjutkan perjalanan nya menunu kantor. Ray kini sudah sampai di kantor nya, langsung menuju lift khusus direktur perusahaan hanya 3 orang yang bisa masuk di lift tersebut tidak lain adalah Adit dan sekretaris nya.
Lain lagi dengan gadis yang kecentilan, mereka tetap tebar pesona dengan memasang wajah sok cantik berharap bos mereka akan tergoda.
" Duh pak Ray makin ganteng saja ya habis nikah juga. Karyawan genit yang suka tebar pesona di kantor." Siska nama nya.
__ADS_1
" Iya beruntung banget sih perempuan yang dapat pak Ray." Jawan Ucik teman dari Siska.
" Mereka tuh sama sama beruntung, yang satu tampan dan satu lagi cantik." Jawab perempuan yang baru datang. Nindi gadis tomboy tapi tetap terlihat cantik dan simpel.
" Eh loe nyambar saja sih." Jawab Siska.
" Ya habis loe tidak ada berhenti henti nya tebar pesona sama bos, nih ya gue kasih tahu. Loe mau tebar pesona kayak tumpahin kek, atau loe nularin pesona loe ke pak Ray, dia tidak akan tergoda sama loe, pak Ray itu suka nya wanita yang berkelas seperti istri nya bukan perempuan yang bisa nya hanya tebar pesona saja seperti loe, sama tukang ketoprak depan kantor saja loe tebar pesona." jawab ketus Nindi.
Memang Nindi sangat tidak suka melihat Siska sering kali mengganggu laki laki yang ada di kantor, pakai baju saja seperti orang kurang bahan, Nindi sangat tidak suka, jadi tadi adalah moment yang pas bagi Nindi untuk mengingatkan dan pasti nya mwnjatuh kan harga diri Siska.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...