
Adit yang melihat atasannya turun dari mobil langsung menghampirinya
" Selamat pagi pak Lian yang terhormat." Ucap Adit sambil membungkukkan setengah badannya
" Pagi," Jawab Lian datar, setiap di hadapan karyawannya mereka berdua selalu bisa menempatkan diri dengan baik, tapi berbeda saat sudah beruda, kadang seperti sohib, kakak beradik, kucing dan tikus, dah macam-macam mereka berdua, tapi kalau sudah di hadapan kerja, mereka berkerja secara profesional.
Mereka masuk ke dalam perusahan semua mata melihatnya kagum dan terpesona melihat bos dan sekertarisnya, terutama para karyawan perempuan, ada yang selalu mencari-cari kesempatan untuk bisa berdekatan sama mereka, tapi mereka berdua acuh terhadap itu,
🌹🌹🌹
" Wih bro, pesona kamu memang tiada tanding bro. apa kamu gak tergoda sedikit pun sama mereka, mungkin ada salah satu dari mereka yang mau kamu jadikan istri, dah waktunya kamu untuk memiliki istri, apa kamu tidak ingin seperti abang mu?." Ucap Adit
__ADS_1
" Gak peduli gue bro, yang penting mereka bekerja dengan serius ,kalau mereka gak serius siap-siap angkat kaki dari perusahan ini, gue cari yang serius bekerja karena gue gaji mereka cukup besar, untuk istri gue dah dapat." Jelas Lian
" Uhuk uhuk." Adit tersedak saat minum kopi yang barisan di letakkan oleh OB perusahaan
" Minum hati-hati lah, kenapa sampai tersedak."
" Gue tersedak karena mendengar ucapan kamu barusan, siapa perempuan yang sudah masuk ke hati kamu. hmmm." Tanya Adit
" Resek kamu, nanti aja kalau dah ada titik terang baru aku kasih tahu."
" Em, bukan masalah bro, gue yang suka ma dia, tapi gue gak tahu dia suka ma gue apa tidak." ucap Lian lemas
__ADS_1
" Kenapa tidak kamu cari tahu dia, terus gimana sih ceritanya kamu bisa bertemu dengan dia?."
Lian menceritakan semuanya pada Adit, mulai dari awal bertemu sampai di RS juga dia ceritakan, Lian juga menceritakan kalau di juga di tolak untuk mengantarkan pulang perempuan itu.
" Hahahahhahaha, seorang Aulian Basira Ghayda Pamungkas di tolak seorang perempuan, wah berani bener tuh perempuan, apa dia tidak tahu kalau kamu seorang CEO dari perusahan besar." Ucap Adit
" Bener-bener resek kamu ya, gue cerita ke kamu biat cari solusi buka hanya menerima ejekan kamu tahu." Ucap Lian, sambil melempar bolpoin di tangannya ke arah Adit, untung saja Adit langsung menerima bolpoin itu
" Bukannya gue ngejek kamu bro, cuma gue kaget aja, ada perempuan yang terang-terangan nolak kamu antar, sedangkan coba saja perempuan yang selama ini deketin kamu, kamu tawarin antar pulang mereka, pasti mereka dengan semangat 45 gak nolak tawaran yang kamu berikan." Jawab Adit
" Dia perempuan beda bro, dia itu seperti kak Aisyah, istri bang Juna, cara berpakaiannya tertutup sama persis dah kayak kak Ais, tapi dia lebih rame, suka jail kelihatannya, gue suka sama dia, yang bikin gue bingung apa dia suka sama gue, tadi pagi gue sempet tanya sama kak Ais, katanya sih dia itu gak punya pacar, dulu dia sempet punya pacar lalu pacarnya mutusin dia, Kak Ais bilang kalau pacaran dia tu, duduk minin jaraknya 1 meter, kalau jala-jalan harus rame-rame, masih banyak dah, gue aja ketawa dengar cerita dari kak Ais, aneh kan, menurut kamu gimana?." Tanya Lian bercerita sambil tertawa
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...