CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 99


__ADS_3

Hari ini Irsyad sengaja membawa Sindi ke rumah mama nya, karena di rumah dinas nya yang sudah di tinggal 2 bulan tanpa pelayan sudah di pastikan akan kotor dan banyak debu, untuk beberapa hari Irsyad berencana akan tinggal di sana sebelum rumah dinas nya di bersihkan


Dengan cekatan Sindi membantu mama nya memasak di dapur untuk makan siang mereka, di dapur sambil memasak Sindi banyak menceritakan apa saja yang di lakukan nya selama di kota Malang


" Ma, di rumah dinas sana juga ada seorang bibi, nama nya bi Sumi, mungkin dia seumuran dengan mama, oh ya sudah setua mama dia masih bekerja mengurus rumah, Sindi sungguh kasihan ma, dia tidak memiliki anak, karena dia belum menikah." Cerita Sindi pada mama Citra di dapur


" Bersyukurlah nak, kamu masih muda sudah di anugerahi calon bayi yang sehat, karena di luar sana banyak wanita yang ingin memiliki anak tapi tidak di beri kepercayaan oleh Allah SWT. Ucap mama Citra dan Sindi menganggukan kepala pertanda setuju dengan ucapan sang mama


" Iya ma, Sindi juga berfikir sama seperti mama." Sindi memeluk mama Cita, karena merasa perkataan mama nya memang benar

__ADS_1


Sindi menyiapkan masakan yang sudah di masak nya di atas meja, setelah semua tersaji mama Citra menyuruh Sindi memanggil suami dan adik nya, sedangkan mama Citra memanggil papa Angga berserta mama dan papa nya


( Author minta maaf ya kak, kalau nama adik nya Sindi keliru, karena Author nya lupa, hehehe, tolong di maaf kan)


Nama adik Sindi adalah Sita, Sita yang setiap hari libur hanya menghabiskan waktu di kamar nya untuk membuat konten di akun youtobers atau hanya menulis cerita yang di tuangkan dalam aplikasi novel, mendengar suara Sindi memanggil nya, dengan segera Sita bangkit dan membuka pintu kamar nya, saat di lihat ternyata benar kakak satu-satu nya yang ia miliki telah pulang, betapa bahagia nya Sita dengan berhambur memeluk Sindi


" Kakak kapan pulang, kok tidak bilang sih kalau sudah mau pulang, kan Sita mau minta di bawain oleh-oleh khas kota Malang kak." Ucap Sita jujur tanpa ada yang di tutup-tutupi, sejak menikah dengan Sindi, Sita sudah menganggap abang ipar nya sebagai abang kandung nya sendiri, jadi Sita tidak malu lagi mau bilang apa saja


" He...he...he...he... " Sita tertawa kecil dan menarik tangan kakak nya

__ADS_1


" Dimana oleh-oleh nya untuk aku kak." Ucap Sita sambil mencari-cari apa yang di bawakan kakak nya untuk diri nya


" Kakak lupa tidak beli apa-apa untuk kamu." Sindi berkata dengan memasang wajah polos.


Sebenar nya Sindi hanya bergurau dengan adik nya karena sebetulnya Sindi sudah membelikan beberapa makanan yang enak khas kota Malang untuk adik kesayangan nya itu


Sita yang mendengar Sindi tidak menawar kan apapun untuk nya segera pergi dari kamar kakak nya menuju dapur dengan wajah tidak bersahabat, wajah nya di tekuk seperti baju belum di setrika 😁😁😁


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


__ADS_2