
" His, anak ini memalukan ayah saja." Ucap ayah yang tertawa. Adit pun melakukan hal yang sama, sedangkan Nova, Ovi dan Yeni hanya bisa menahan tawa nya, mau tertawa mereka masih tidak enak dengan ke dua orang tua dari suami sahabat nya itu.
" Iya, suster anak saya ini badan nya saja besar, tapi takut dengan darah." Kata ibu Ray.
" Mau di bawa ke mana suster?." Tanya ayah Ray.
" Ke UGD pak." Jawab suster.
" Ayah ikut sana, ibu mau nungguin cucu ibu di sini." Ucap ibu yang mendorong suami nya untuk ikut ke UGD.
"Ayah juga mau nungguin cucu ayah juga Bu." Ucap ayah dengan memohon
" Urus Ray dulu yah." Ujar ibu Ray.
" Bu, anak pingsan, baru di bilang anak ayah, kalau anak bagus tadi di bilang anak ibu." Gerutu ayah dengan mengikuti suster yang membawa Ray.
...🌹🌹🌹...
Ke empat jagoan pulang sekolah seperti biasa, Arion selalu berlari mencari bunda nya.
" Bunda bunda bunda." suara nyaring bergema di dalam ruangan.
" Den...! Bunda tidak ada di rumah." Bik Ida menjawab.
__ADS_1
" Kemana bunda?." Tanya Langit karena bunda selalu ada di rumah menunggu kedatangan mereka pulang sekolah.
" Neng, kamu belum bilang ke Aden kecil?." Tanya bik Ida pada Tia.
" Belum bik." Jawab Tia.
" Sini Aden, bibik kasih tahu ya, tadi pagi setelah Aden Aden semua berangkat sekolah, bunda pergi ke RS." ucap bik Ida
" RS." Arion tiba tiba menangis.
" Bunda mati." Arion menangis dengan keras.
" Bunda mati?." Tanya Langit pada bik Ida.
" Hewan Arion di bawa ke RS mati." Ucap Arion di sela sela tangisan nya, Arion ingat kelinci nya yang di bawa ke RS dan tidak tertolong.
" Bunda bukan sakit, mommy hanya ke RS untuk mengeluarkan adik baby." Kata Tia.
" Kami mau ke RS." Ucap Arka dan RAN yang sejak tadi diam untuk mengamati.
" Aden bersih bersih dulu ya, nanti kita ke RS, jenguk dedek baby nya." Ucap bik Ida.
Bik Ida menelpon Yeni tapi tidak terhubung, bik Ida mencoba telp Nova, setelah berhasil bik Ida memberitahukan kalau Aden kecil sudah pulang sekolah dan akan ke RS.
__ADS_1
Di UGD Ray masih belum sadarkan diri, dan itu sukses membuat Sang ayah ngedumel karena ia terlambat melihat cucu nya yang sudah lahir.
" Yang di alami bapak ini, sudah sering terjadi pak?." Tanya suster yang memberikan minyak kayu putih ke hidung Ray.
" Hemmm.!' Ray mulai membuka mata nya.
" Hei bangun, buat malu ayah saja, baru lihat darah sudah pingsan." Seru ayah Rio.
Ray mengusap wajah nya, dan melihat ke arah ayah nya.
" Ayah, cukup mengerikan, kalau ayah lihat pasti ayah akan pingsan juga." Kata Ray dan berusaha duduk.
" Ayah sudah lihat, waktu kamu dan kakak kakak kamu lahir, ayah juga yang memotong tali pusar mu." Ujar ayah Rio dengan bangga.
" Serius, untuk apa ayah bohong, kamu itu bukan keturunan Alfarezi." Ledek ayah Rio.
" Apa jenis kelamin cucu ayah yang baru saja lahir?." Tanya Ayah Rio yang mengalihkan bahan pembicaraan.
Ray menggeleng kan kepala nya melihat sang ayah yang begitu bangga nya, tapi Ray tidak percaya begitu saja, karena di lihat seperti nya, ayah nya juga sama dengan nya.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...