CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Mesya 9


__ADS_3

" Sya kamu yakin kita janjian di sini sama Langit?." tanya Ovi setelah sampai di mall


" Iya tadi abang juga bilang begitu." jawab Mesya


" Ciye dah deket nih sama duren sawit nih ye." goda Ovi


" Apa itu duren... apa tadi?." tanya Yeni yang penasaran


" Ah payah kamu itu Yen, Sya kamu tahu?." tanya Ovi dan Mesya menggelengkan kepala nya pertanda kalau tidak tahu.


" Ah payah kalian berdua, dengar ya duren sawit, duda keren sarang duwit." jawab Ovi


Pletak. Mesya menyentil kening Ovi


" Auw auw sakit Sya." ucap Ovi yang mengelus elus kening nya.


" Kamu pikir memang nya abang suka begitu sama aku, dengar ya, kita itu seperti Langit dan Bumi, sangat jauh tahu, aku tidak mau berfikir yang terlalu tinggi, lagi pula aku masih menata hati yang masih pecah ini." ucap Mesya sendu


Yeni langsung melotot kepada Ovi karena sudah salah dalam berbicara mengakibatkan Mesya sedih.

__ADS_1


" Sya, aku minta maaf ya, bener aku tidak ada niatan apa pun dalam ucapan ku barusan, aku tidak mau menyinggung perasaan kamu, dan aku tidak berniat membuka luka yang ada di dalam hati kamu." ucap Ovi yang merasa bersalah


" Kamu tidak salah Vi, cuma aku lagi sensitif saja, aku takut pada laki laki, aku takut kalau nanti nya aku akan jatuh di lubang yang sama, meskipun hati ku sudah iklas tapi jujur ada rasa sedih saat perpisahan ku dengan nya." ucap Mesya


" Bunda..." panggil Langgit di balik punggung Mesya


Mesya yang mendengar suara Langit langsung segera merubah wajah sedih nya menjadi ceria


" Hai sayang, Assalamualaikum bang." ucap Mesya


" Waalaikumsalam, kalian sudah dari tadi di sini?." tanya Ray yang mendekati Mesya, Yeni dan Ovi


" Barusan kok bang, silahkan duduk." jawab Mesya


Setelah memesan makanan, Mereka berbicara dan tertawa saat mendengar celotehan dari Langit, anak yang begitu menggemaskan dan membuat orang di sekitar nya merasa bahagia.


Langit meminta makan di suapi oleh Mesya, Ray yang merasa tidak enak karena putra nya menggangu makan Mesya meminta Langit di suapi sama Ray saja, tapi Langit menolak sampai sampai mata nya berkaca kaca, Mesya yang mengetahui itu langsung berbicara.


" Suxah bang, tidak apa apa kok, Mesya juga tidak keberatan, Langit mau di suapin bunda?." tanya Mesya

__ADS_1


" Mauuuuuu." jawab Langit dengan bibir yang maju beberapa senti


" Uluh uluh anak nya bunda ini sudah bisa menggoda bunda ya, ini kenapa bibir nya di majuin sayang." goda Mesya


" Tidak apa apa, aaaa bunda." jawab Langit


Mesya menyuapi Langit dengan begitu telaten sampai makanan Langit habis dalam waktu singkat, semua itu tidak luput dari penglihatan Ray.


" Andaikan bunda kamu masih sendiri nak, pasti ayah dengan semangat untuk mengejar bunda kamu, bunda kamu adalah wanita yang sangat langkah di jaman sekarang." ucap Ray di dalam hati


" Sya, aku ke toilet dulu ya." ucap Yeni


" Aku juga ikut Vi, dah nahan dari tadi." ucap Ovi yang mengikuti Yeni ke toliet, sekarang di meja hanya ada Mesya, Langit dan Ray.


Mesya dan Ray kompak berjahili Langit, setiap ucapan yang keluar dari mulut Langit membuat Mesya dan Ray tertawa.


Ternyata di meja lain ada 2 pasang mata yang melihat interkasi di meja Mesya.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2