
Kayla tidak melanjutkan makan nya karena sudah tidak berselera setelah mendengar kalau mommy nya sakit, Kayla langsung masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan semua kebutuhan si kembar, kalau nanti ada yang kurang biar sopir keluarga yang mengambil nya fikir Kayla, sedangkan Sandi menelpon Riko untuk meng cancel meting hari ini, dan menata ulang jadwal nya, apabila ada meting yang tidak bisa di cancel biar Riko yang mewakili, Sandi juga berkata kalau mommy lagi sakit, Riko mengiyakan perintasan atasan nya, Riko juga dekat dengan keluarga istri atasan nya, mereka juga sudah menganggap Riko bagian keluarga dari Pamungkas juga jadi Riko juga dekat dengan keluarga Wijaya dan keluarga Pamungkas
Sandi dan Kayla serta si kembar langsung menuju ke rumah keluarga Pamungkas
...🌷🌷🌷...
Lian terus mencoba menelpon Irsyad dari tadi, baik Lian maupun Juna tidak bisa menelpon Irsyad, no ponsel Irsyad tidak aktif sedangkan Lian juga menelpon Sindi, jawaban nya juga sama, sama-sama tidak aktif
" Bang, bagaimana? Irsyad dan Sindi sama-sama tidak aktif, bagaimana kita kasih tahu mommy." Tanya Lian
" Abang juga bingung dek, abang juga tidak berani bilang ke mommy, apa kita panggil daddy saja ya." Saran Juna
" Iya bang, biar aku telp daddy saja, kalau kita masuk pasti mommy tanya sama kota bang.: Jawab Lian
" Iya dek, coba kamu telp daddy, atau kirim pesan saja." Ucap Juna
Lian mengirimkan pesan pada daddy, dan daddy menjawab iya
__ADS_1
" Sayang, adik sama anak-anak dulu ya, mas keluar sebentar ta, mas mau ambil minum." Ucap Bagas
Tika menganggukkan kepala nya, tapi hati nya berkata lain, seperti nya ada yang di sembunyikan oleh suami nya itu, tapi Tika berfikri keras agar fikiran nya tidak boleh berfikir negatif.
Bagas langsung menuju taman samping rumah
" Bang, ada apa? " Tanya Bagas pada kedua anak nya
" Dad, oma opa dan kakek baik-baik saja, mereka akan pulang hari ini juga, begitu pun dengan Kayla dan Sandi mereka akan kesini." Ucap Lian
" Dad,." ucap Juna dan Lian bersama dengan penuh hati-hati
" Ada apa nak, coba cerita sama daddy." Tanya Bagas
" Dad, i....ini Irsyad dan Sindi yang belum dapat kabar dad." ucap Juna, Setelah mengatakan itu Juna dan Lian menundukkan kepala nya, mereka takut mengecewakan daddy nya
Deg
__ADS_1
Jantung Bagas berpacu cepat setelah mendengar kalau salah satu anak dan menantu nya belum ada kabar, Bagas yabg tadi bisa bernafas lega sekarang sesak lagi, padahal tadi Bagas akan menepis ke khawatiran sang istri pada keluarga nya, tapi sekarang Bagas juga berfikir sama seperti istri nya
Sekarang Bagas harus berbicara apa dengan istri nya, meskipun Bagas bisa menyembunyikan dari Tika tapi tidak dengan Juna dan Lian, bagaimana ini, tidak mungkin kalau mereka akan sembunyi dari istri nya
" Dad, bagaimana." Tanya Lian pada daddy nya
" Eh, apa nak, daddy juga bingung sekarang, fikirkan mommy, Irsyad juga, sebenar nya mommy beberapa hari ini hati nya sudah tidak karuan nak, tapi momny masih berfikir positif saja, bahkan kemarin mommy masih telp adik kalian, Irsyad bilang kalau sehat kondisi nya, tapi mendengar ini, bagaimana dengan mommy, daddy juga bingung harus bicara bagaimana? perasaan mommy itu tidak bisa di bohongi nak." Ucap Bagas yang frustasi
Hayo tebak, kelanjutnya bagaimana kakak
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1