
" Saya minta maaf sebelumnya sama Bapak, usia bapak disini lebih senior dari saya, sebenarnya saya tidak pantas seperti ini ke bapak, seakan-akan saya menghakimi bapak, saya tidak menilai sebesar berapa uang yang bapak bawa, tapi saya hanya ingin kejujuran bapak, bapak tahu sendiri kan." Tegas Juna
" Sekali lagi maafkan saya pak, saya mohon jangan pecat saya pak, jangan masukkan saya ke penjara pak,,."
Pak Roni berdiri dan akan bersimpuh pada Juna, Tapi Juna langsung menangkap tubuh Pak Roni agar tidak melakukannya,
" Saya buka Tuhan pak, saya juga manusia yang sama seperti bapak, bapak lebih tua usianya di bandingkan saya, saya mohon jangan seperti ini, untuk hasil yang telah bapak perbuat biarlah hukum yang menjawabnya pak Roni, karena semua bukti sudah ada, dan maafkan saya kalau saya tidak bisa membantu bapak,
__ADS_1
Pak Roni berdiri dengan tubuh lunglai, dia sekarang baru berfikir kenapa dia harus berbuat kesalahan sebesar ini dan akhirnya dia harus mempertanggung jawabkannya, dia terlalu menuruti semua kemauan istri dan anaknya yang selaku berfoya-foya tanpa melihat batas uang yang ssuaminya dapat, anak istrinya hanya berfikir kalau ayah dan suaminya itu bekerja di perusahaa yag besar dab pastinya juga memiliki gaji yang besar, sekaramg dia hanya bisa menyesalinya, dan bagaimana pun juga Juna sudah berbaik hati tidak menuntun dia lebih jauh lagi, sepulang dari kantor ini nanti Pak Roni akan menyampaiakan semuanya pada anak istrinya agar kedepannya tidak akan membuat bingung.
" Baik pak, hari ini adalah hari terakhir saya bekerja disini, saya berterima kasih atas semua saya terima selama saya bekerja disini, saya juga meminta maaf atas semua kesalahan yang saya perbuat pada perusahaan ini, sekali lagi maafkan saya pak." Ucap Pak Roni sambil menundukkan dengan derai air mata bagaimana pun juga nasi telah menjadi bubur, semuanya sudah selesi dan berakhir, dia sudah mengabdi cukup lama diperusahaan ini, tapi dengan kesalahannya karir dia hancur dalan sekejab
Pak Roni pamit undur diri kepada Juna dan Beni, setelah Pak Roni keluar dari ruangan ini Beni langsung mengutarakan isi hatinya yang tertahan sejak tadi
" Kak, maaf kalau aku tidak bisa keras pada orang, aku punya alasannya Kak, 1. Pak Roni usianya sangat jauh di atas aku, bagaimana pun juga aku harus selalu menghormati dia, dia bekerja disini sejak perusahaan ini kecil kak, 2. Aku di ajarin sama Bunda dan Daddy jangan sekali-kali menggunakan emosi disaat hati panas, cukup ber istigfar saja dan hanya dengan ucapan lembut pasti bisa menghantam hati musuh kita dan membuat mereka akan kacau dalam berfikir." Ucap Juna sambil mengenang Ucapan Mommy dan Daddy,
__ADS_1
" Waow , Kamu sungguh luar biasa dek, Aku bangga sama kamu!."
" Aku hanya mengikuti dan menjalankan apa yang telah Mommy dan Daddy ajarkan padaku kak, mereka adalah orang tua yang sangat luar biasa
🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalin jejak ya kak, Happy Reading ❤
__ADS_1