
" Bang Irsyad sosok laki-laki yang sangat baik dan sempurna bagi aku dan anak ku, semoga Allah senantiasa memberikan kami kemudahan untuk kedepannya, Ya Allah berilah petunjuk Mu agar aku tidak salah mengartikan perhatian dari bang Irsyad. mas Ikbal apa kamu bahagia mas, setelah melihat aku menikah dengan sahabat mu, mas Ikbal tenang saja sampai kapan pun nama mas masih terpatri di hati ku." Ucap Irsyad di dala hati sambil melihat senyuman di wajah bang Irsyad yang begitu manis
" Kenapa Sin lihatin abang seperti itu, apa kamu sudah mulai menyukai abang hm?." Ucap Irsyad yang menggoda Sindi dengan senyum manisnya
" Iya.." Jawab Sindi
" Eh..eh.."
" Ha....ha....ha...ha... kamu lucu Sin kalau sudah gitu, wajah kamu merah, berarti benar dong kalau kamu suka sama abang, iya juga tidak apa-apa kok Sin, abang juga senang kalau suka sama abang." Jawab Irsyad dan sukses membuat wajah Sindi bersemu merah
" Tau ah bang, Sindi bobok lagi aja ya." Ucap Sindi yang sudah menahan malu
" Eh kamu mau mangkir dari ucapan kamu ya, ya sudah kamu tidur saja." Jawab Irsyad
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Sindi pun langsung bisa tertidur, Karena perjalanan masih cukup jauh, baru menempuh sekitar satu jam perjalanan, Sindi sudah terlelap di mobil, dengan posisi duduk menyandarkan kepalanga di sandaran kursi.
Irsyad yang melihat posisi tidur Sindi merasa kasihan, pasti dia sangat tidak nyaman tidur di dalam mobil, Irsyad menepikan mobilnya sebentar, Irsyad dengan sigap membantu menurunkan sandaran kursi agar Sindu lebih nyaman untuk tidur, setelah di rasa cukuo, Irsyad kembali melajukan kendaraannya membelah kota
Dan entah kenaoa Sindi begitu menukmatu tidurnya saat ini, sampai-sampai Sindi tudak menyadari melewatkan pemandangan indah di sepanjang perjalanan menuju kota Malang
Sindi mulai mengerjabkan matanya, di lihatbta sekeliling tempat asing bagi nya, sampai membuatnya membulatkan mata nya dengan sempurna
Sindi memutuskan untuk menemui mereka, saat Sindi tiba di hadapan para laki-laki itu, Irsyad dengan sigap memperkenalkan istrinya
" Sin, kenalkan ini pak RT dan kepala keamanan di sini." ucap Irsyad memperkenalkan istrinya pada kepala daerah setempat
Setelah menyapa mereka Sindi berpamitan masuk ke dalam lebih dulu meninggalkan mereka yang masih asik berbincang, Irsyad memang pandai membawa diri, Irsyad dengan sangat mudah mengakrabkan diri dengan warga setempat
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam rumah, Sindi merasa tenggorokan nya sangat kering, saat Sindi melangkahkan kakinya ke dapur, ia bertemu dengan seorang wanita yang di perkirakan umurnya sama dengan omanya, betapa terkejutnya Sindi saat ibu paruh baya itu mengatakan
" Non Sindi sudah bangun? apa ada yang bisa bibi bantu non?." Tanya bibi itu
" Bibi siapa? nama bibi siapa?." Tanya balik Sindi pada bibi
" Perkenalkan non saya bik Sumi, bibi bekerja di sini non, kemarin den Irsyad menghubungi bibi kakau hari ini den Irsyad dan non Sindi akan datang." Bi Sumi menjelaskan pada Sindi, Sindi menjawab dengan tersenyum serta menganggukan kepalanya
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1