CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 249


__ADS_3

"Tidak ma, jangan biarkan mereka mengganggu kebahagian kakak dan kak Irsyad lagi, sudah cukup selama ini kakak menderita dan kak Irsyad bisa mengobati luka kak Sindi meskipun butuh waktu yang lama, biarkan kakak bahagia ma, jangan buat mereka merusak kebahagian kaka sekarang ma." Pinta Sita pada mama Citra.


"Sita, kita tidak bisa berbuat seperti ini nak, mama mengajarkan kamu dan kakak kamu untuk menjadi orang yang baik, memaafkan dan berdamailah dengan masa lalu itu akan membuat kalian menjadi orang yang lebih baik di masa mendatang nak." Ucap mama Citra pada Sita.


"Tapi apa mama lupa bagaimana mereka mengusir mama saat itu?." Tanya Sita.


"Cukup nak, mama sudah memaafkan untuk hal yang sudah lalu, dan seharusnya kamu juga belajar untuk itu." Ucap mama Citra.


Citra sudah beberapa kali menghubungi ponsel Sindi atau pun Irsyad menantu nya tapi sejak tadi tidak juga terhubung dengan panggilan telepon nya, setelah cukup lama Citra memutuskan mengirim pesan pada Sindi dan mengatakan apa yang menjadi tujuan Ajeng menemui nya.


Citra kembali menemui tamu nya dan mengatakan saat ini Sindi sedang tidak bisa di hubungi.


Citra juga memberikan nomor ponsel milik Sindi dan itu atas ijin dari suami nya, agar bisa berkomunikasi secara pribadi dengan putri nya itu.


Sekitar jam 9 pagi, Irsyad baru saja menyelesaikan rutinitas olah raga nya, ia kembali ke rumah berniat untuk mandi.

__ADS_1


tapi langkah nya terhenti ketika melihat layar ponsel istri nya terdapat panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal. Tanpa menunggu lama Irsyad mengangkat panggilan itu.


"Hallo." Suara Irsyad yang jelas membuat seseorang di seberang sana membisu.


"Hallo.. hallo ini siapa?." Tanya Irsyad lagi.


"Ir..Irsyad ini tante." Ucap Ajeng.


"Maaf ini tante siapa?." Tanya Irsyad kembali.


Mendengar penjelasan di ujung telepon membuat Irsyad seketika termenung, ia larut dalam perasaan nya.


"Untuk apa mereka menghubungi Sindi, apa yang Sindi katakan kemarin, apa jangan jangan mereka ingin mengambil Omar dari kami, tidak akan aku biar kan itu." ucap Irsyad dalam hati nya. Setelah itu mereka mengobrol dan memutuskan kalau Irsyad akan datang ke rumah orang tua sahabat nya itu, untuk membahas Omar, Irsyad memang sengaja untuk datang ke rumah mereka karena Irsyad tidak mau Sindi tahu sebelum ini semua nya clear.


Setelah perbincangan melalui panggilan hari itu, Irsyad sendiri yang datang menemui Ajeng di rumah nya.

__ADS_1


Setiba nya di rumah Ajeng, Irsyad yang di persilahkan masuk, tapi rasa nya sangat canggung untuk mereka, bagaimana pun juga Irsyad masih mengingat dengan jelas bagaimana dulu Dita menjebak nya, dan sekarang mereka bertemu kembali.


Terlihat Dita hanya menundukkan kepala nya, mungkin merasa malu dengan apa yang dulu ia lakukan pada laki laki yang amat ia cintai itu. Setelah memanggil Ajeng, Ajeng keluar dan segera menemui Irsyad, ternyata diam diam Dita masih memperhatikan Irsyad dari kejauhan.


Dita duduk di ruang keluarga yang bisa dengan jelas melihat ke arah ruang tamu, dimana Irsyad, Ajeng dan Danu berada di sana.


"Entah mengapa hati ini selalu berdebar hebat meski hanya melihat mu dari jarak jauh kak."Gumam Dita yang masih setia di posisi tersebut.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2