
Jevin dan Sammy melengang, berjalan pergi meninggalkan Cassie sendirian. Sejujurnya mereka berdua sudah sangat jengah dan muak menghadapi tingkah Cassie yang sangat tidak beratitude tersebut.
"Sam, lain kali jika belut beludak itu mencoba menemui saya. Kamu hadang dia, saya sangat muak menghadapinya. Jangan sampai belut beludak itu menganggu pendekatan yang sedang saya lakukan." Ucap Jevin dengan tegas.
"Baik tuan, saya akan menghandle Nona Cassie jika dia berusaha mendekati anda tuan." Jawab Sammy dengan tegas.
'Belut beludak itu apa? Kok aku baru dengar ya, ada-ada saja nih pak boss.' Batin Sammy bingung dengan julukan yang di berikan Jevin kepada Cassie.
"Bagus, kamu bisa menghalanginya sesuka kamu. Yang penting jangan mendekati saya. Jika dia menggunakan alasan tentang kerja sama, kamu handle ya. Saya akan memantau kerja sama ini dari jauh."
"Baik tuan."
Mereka berdua memasuki mobil untuk kembali ke pabrik. Jevin mengangkat tangannya untuk melihat jam melalui arloji yang terpasang apik di tangannya.
'Sudah hampir jam setengah empat. Ternyata pertemuan tadi menyita banyak waktu juga. Lia sudah pulang dong, hah.. Sudah terlambat untuk bisa melihatnya sejenak.' Batin Jevin dengan lesu.
Jevin menarik nafasnya perlahan, dia memejamkan matanya dengan kepala yang menyender di kursi mobil. Sammy yang melihat hal tersebut pun mengreyitkan dahinya, bingung.
"Ada apa tuan, anda terlihat seperti banyak pikiran. Anda menyesal telah menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Amathyz tuan." Tanya Sammy.
"Tidak sam, saya hanya sedang tidak semangat. Ini sudah jam setengah empat. Jadi Lia sudah pulang ke kostan sejak satu setengah jam yang lalu. Sudah pergantian shift, saya jadi tidak bisa melihatnya. Walau hanya sekilas." Jawab Jevin.
'Dasar bucin.' Batin Sammy.
"Ohh.. Saya pikir karena anda menyesal sebab telah bersedia berkerja sama dengan PT Amathyz."
"Sam Sam, kamu seperti baru mengenal saya kemarin saja. Kamu tahu jika saya menyetujui sesuatu pasti hal tersebut sudah saya pikirkan baik-baik. Satya Bhakti memang sangat licik, dia sengaja memberikan proposal yang salah kepada saya agar saya mau bertemu secara langsung dengannya. Atau lebih tepatnya agar saya bisa bertemu dengan putrinya. Dunia bisnis itu adalah dunia yang penuh dengan kelicikan, jika mereka licik saya juga bisa jauh lebih licik dari mereka. Tapi perbedaannya adalah saya licik hanya untuk mengelabuhi mereka agar mereka merasa menang. Karena yang sebenarnya terjadi adalah mereka memakan umpan mereka sendiri secara tidak sadar." Ucap Jevin dengan datar.
Sammy terkekeh geli saat mendengar jawaban dari Jevin. Dia sendiri tahu bagaimana tenangnya Jevin dalam menghadapi sesuatu, memang benar Jevin terlihat slengean. Tapi jika sudah sangat serius maka Jevin akan sangat tenang hingga membuat lawannya terlena. Bisa di bilang Jevin ikut masuk ke dalam arena permainan yang di ajukan oleh lawan tapi dia hanya sekedar masuk dan membiarkan lawannya bermain sendiri hingga jatuh. Agar lawannya sadar jika mereka salah pilih lawan. Jevin adalah orang yang sangat mudah menempatkan diri.
__ADS_1
"Anda benar, Satya terlalu mencolok dalam melakukan hal tersebut. Sangat terlihat sekali niatnya. Dia terlalu bodoh atau terlalu lengah, saya tidak tahu cara membedakannya." Ucap Sammy.
Jevin membuka matanya, pandangannya sangat tajam. Matanya seketika mengelap.
"Maka dari itu kamu tidak boleh lengah. Cassie dan Satya mereka berdua akan menjadi perusuh dalam usahaku mendekati Lia." Ucap Jevin dengan dingin.
"Anda tenang saja tuan. Saya akan membantu anda untuk mencegah kerusuhan yang mereka berdua lakukan tuan. Saya akan mengerahkan anak buah saya untuk mencegahnya." Ucap Sammy dengan serius.
Jevin menyeringai. "Kamu memang bisa di andalkan Sam."
****
Di lain sisi Lia yang sudah sampai di kostan tengah mengempak beberapa pesanan makanan milik teman-temannya. Hari ini Lia hanya ingin sedikit istirahat dan fokus mengerjakan tugas kuliahnya, jadi dia sengaja hanya menerima pesanan beberapa porsi dan akan di kirimkan melalu ojek online agar lebih cepat.
Lia membawa kotak-kotak makananya ke luar kostannya dan memberikannya kepada tukang ojek online yang sudah menunggu di depan kos.
Ada tiga tukang ojek online yang di pesannya, masing-masing dengan tujuan yang berbeda-beda.
"Wahh.. Makasih ya mbk, semoga rejeki mbk melimpah." Ucap seorang ojol wanita, bahagia karena di beri makanan.
"Makasih ya mbak, jangan lupa di kasih rating yang tinggi ya mbak hehe.."
"Rejeki anak soleh ini mah mbk.. Terima kasih ya mbk"
Lia terkekeh senang saat melihat mereka yang tampak sangat bahagia dan berterima kasih kepadanya.
"Sama-sama.. Nanti saya kasih rating tinggi dan review bagus pokoknya." Ucap Lia senang.
"Terima kasih mbak." Ucap mereka kompak
__ADS_1
Mereka pun pergi meninggalkan Lia untuk mengantarkan pesanan makanan tersebut. Lia memandang kepergian mereka dengan perasaan yang bahagia.
"Akhirnya beres semuanya. Tinggal ngerjain tugas kuliah deh." Gumam Lia sembari berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Lia mengambil laptop dan mulai mengerjakan tugas kuliahnya dengan serius hingga suara adzan membuatnya berhenti.
"Ternyata sudah maghrib, ternyata tugasnya banyak juga hingga membuatku lupa waktu gini." Gumam Lia, Lia menutup laptopnya dan berajak pergi untuk mengambil wudu.
Dia menunaikan sholat dengan khusyuk, tampak Lia yang bersujud cukup lama di setiap sujudnya. Hatinya yang tengah bergemuruh membuatnya meluapkan segala gundah gulana yang di alaminya melalui sujud di setiap sholatnya.
"Ya Allah apakah benar jika Pak Jevin adalah jawaban di setiap doa ku selama ini Ya Allah. Ya Allah berikan petunjukmu, hamba tidak ingin terlalu berharap dan menerka-nerka Ya Allah. Ya Allah tolong jaga jodoh hamba di mana pun dia berada. Persatukanlah kita dalam keadaan yang terbaik menurutmu. Barikan kita restumu Ya Allah.." Lia mengadahkan tangannya, memohon yang terbaik bagi kehidupannya kedepan. Tidak lupa dia juga berdoa untuk kedua orang tuanya dan keluarganya agar di beri kesehatan dan kebahagiaan.
Setelah selesai berdoa Lia melepas mukenanya, tapi saat hendak melepas mukena yang di kenakannya. Pandangannya tertuju ke tas yang berisi kotak bekal miliknya dan milik Jevin. Dia meraih tas tetsebut, dia mengeluarkan kotak bekal yang ada di dalam tas tersebut.
"Ini milik Pak Jevin dan yang ini milikku. Kapan Pak Jevin mengembalikannya ya. Aihh.. Kenapa aku baru sadar ya jika kotak ini seharusnya masih di tangan Pak Jevin." Gumam Lia yang baru menyadari jika kotak bekalnya di kembalikan oleh Jevin secara diam-diam.
"Tapi kenapa masih berat ya? Apa Pak Jevin tidak menghabiskannya, jadi masih berat gini." Gumam Lia, bingung kenapa kotak bekal miliknya masih berat seakan masih terisi penuh.
Lia yang penasaran pun langsung membuka kotak bekalnya. Dahinya mengerut saat ada sebuah kotak mini dan origami di dalam kotak tersebut. Dia meraihnya kotak mini tersebut dan memandanginya dengan intens.
"Apa ini?." Gumam Lia bingung, dia terus menatap kotak mini tersebut hingga dia melihat sebuah tombol berbentuk hati di tengah-tengah kotak mini tersebut.
Lia menekan tombol tersebut hingga kotak mini itu terbuka dan mengeluarkan alunan merdu yang membuatnya seketika langsung tenang setelah di buat sedikit terkejut saat kotaknya yang tiba-tiba terbuka setelah dia menekan tombol.
Lia tersenyum tipis sembari memandangi kotak musik yang hanya sebesar telapak tanganya tersebut. "Kotak musik ya.." Gumam Lia.
"Alunannya sangat menenangkan.." Gumam Lia, dia memejamkan matanya untuk meresapi alunan indah yang keluar dari kotak musik tersebut.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman-teman 😘😘