
" Gak mungkinlah Ais, coba kamu bandingkan, kalian itu keluarga terhormat, terpandang, kaya raya, siapa coba yang gak kenal sama keluarga Pamungkas," Jawab Bian dengan menekankan nama Pamungkas
" Aku kaget saat tahu nama belakang kamu Ais, mangkanya selama ini kamu hanya menyebut P aja, jadi semua orang gak tahu kalau nama kamu sebenarnya Pamungkas, sedangkan aku, kamu tahu sendiri kan, kalau aku anak orang gak punya Ais, motor yang aku pakai kuliah aja motor butut." Lanjut Bian lagi
" Bi, perlu kamu tahu, selama ini kenapa aku hanya bilang P saja bukan Pamungkas, bukan berarti aku tidak menghargai nama belakang keluarga suami Bi, tapi aku begitu agar aku terhindar dari orang-orang yang hanya baik di depan aku saja terus di belakang jelek-jelekin aku, aku ingin mencari teman yang bener-bener menerima aku tanpa memandang nama aku, keluarga suamiku memang seperti apa yang kamu katakan tadi Bi, tapi mereka sangat berbeda dengan orang kaya lainnya Bi, aku juga dari orang yang gak mampu Bi, aku anak dari mantan sopir keluarga suamiku, mereka tidak pernah memandang dari status sosialnya, yang mereka inginkan adalah hanya kebahagian dan ketulusan dari anak-anaknya serta pasangannya, mereka tidak mau ada kepalsuan di dalam hubungan, aku cuma mempunyai seorang bapak aja Bi, setelah aku masuk di dalam keluarga ini, aku merasakan sosok ibu dari Mommy, nenek dari Omma, kakek dari Oppa, setelah ibu, nenek dan kakekku pergi meninggalkanku selama-lamanya, jadi kamu jangan takut kalau kamu memang benar suka sama kak Lian biar aku bantu Bi, aku juga setuju kok kalau kamu jadi istri kak Lian, semua saudara suamiku itu baik semua, kalau kamu sudah pernah ikut berkumpul disini pasti kamu akan senang deh." Jawab Ais panjang lebar
" Ih, Ais aku kan malu, masak perempuan mepet ke laki-laki sih, apalagi belum tentu juga Kak Lian mau sama aku, gadis miskin."
" Sudah kamu jangan bingung okey, nurut aja sama aku ya."
" Terserah kamu aja deh Ais, aku yakin kamu selalu akan berbuat yang terbaik buat aku."
__ADS_1
Setelah berbincang panjang lebar mereka mengakhiri obrolan di telp mereka
🌹🌹🌹
Semua keluarga sedang melakukan duduk santai di ruang keluarga
" Bang." Panggil Mesya
" Ih, bang, aku panggil bang Juna."
" Dasar kamu dek, tadi panggilnya bang, ya apa salah kalau abang juga ikut menjawab." Jawab serempak Irsyad dan Lian
__ADS_1
" hahahahaaaaaa. abang-abang adik yang paling gantheng, semuanya kena, hahahahahha." Keluarlah keusilan dari adik bungsu mereka
" Dasar kamu ya." Irsyad, Lian dan Juna mengejar Mesya, sampai ke taman belakang, mereka ber 4 berlari kesana kemari seperti anak-anak saja, padahal usia mereka sudah dewasa, Juna saja yang sudah menyandang seorang suami tapi kalau sudah berkumpul dengan adik-adiknya jiwa anak-anaknya pasti keluar, sedangkan yang didalam rumah hanya bisa tertawa melihat mereka ber 4, untuk Khayla, dia lagi ada di dalam kamar karena lagi banyak pekerjaan.
" Kamu jangan kaget ya Ais, kalau melihat suami kamu seperti itu nak." Ucap Daddy
" Iya Dad, Ais malah senang melihat mereka, andai saja Ais belum hamil pasti Ais akan ikiut sepeeti mereka.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1