CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 124


__ADS_3

Sindi segera mematikan kompor nya dan duduk di meja makan seorang diri, tiba-tiba air mata Sindi lolos begitu saja, entah apa yang terjadi pada Irsyad semalam sampai bersikap dingin seperti itu pada Sindi, Sindi yang terbiasa dengan sikap Irsyad yang ramah dan sangat memanjakan diri nya begitu mendapati sisi lain Irsyad yang begitu dingin bahkan seperti tidak menganggap nya ada.


Terlihat mata Sindi yang sembab karena menangis cukup lama, Sindi merapikan pakaian nya, Sindi mengemasi beberapa potong pakaian nya dan memasukkan ke dalam tas jinjing yang cukup besar dan lagi-lagi Sindi menitikkan air mata nya, rasa nya dada Sindi teramat sesak bahkan untuk menarik nafas saja begitu sulit.


" Hiks hiks hiks." Sindi menangis


" Kenapa aku harus berada di tempat ini, ini bukan rumah ku, seharus nya aku tidak ada di sini." Ucap Sindi


" Kenapa aku tidak pernah berfikir kalau bang Irsyad sangat menderita dengan hubungan ini, hubungan yang mengikat nya dengan ku, membuat bang Irsyad tidak bisa bersama dengan wanita yang di cintai nya, aku tidak boleh egois, aku harus meninggalkan bang Irsyad dan membiarkan nya bahagia." Ucap Sini

__ADS_1


Setelah di rasa semua barang yang akan di bawa nya sudah masuk ke dalam tas, Sindi memandangi setiap sudut tempat tinggal nya beberapa bulan ini dengan Irsyad, banyak kenangan yang ia lewati di sana.


" Sudah cukup aku jadi benalu untuk bang Irsyad, sekarang aku akan membebaskan kamu bang, aku tahu kamu akan mendapatkan kebahagian jika tidak bersama ku, maafkan aku bang, karena aku kamu harus mengorbankan kehidupan mu, aku akan pergi sekarang, jaga diri baik-baik bang." Ucap Sindi


Langkah kaki Sindi berjalan sangat lambat, seperti tidak ingin meninggalkan tempat itu, rasa nya sangat berat melangkahkan kaki nya.


" Kau harus pergi, aku harus pergi, aku harus pergi." Kata yang terus di ucap oleh Sindi di dalam hati nya, sampai membuat langkah kaki nya benar-benar meninggalkan rumah dinas itu.


Sindi teringat kembali kenangan nya bersama Irsyad, saat mereka baru menikah, Irsyad mengajak Sindi ke mall tersebut, Irsyad membelikan beberapa potong long dress yang sekarang Sindi pahami, Irsyad sangat tidak menyukai wanita berpakaian mini, seperti penampilan Sindi sebelum bersama dengan Irsyad, bayang-bayang diri nya sedang bersama Irsyad berbelanja kebutuhan mereka di supermarket melintas di pikiran nya membuat Sindi hanyut dalam ingatan nya tentang Irsyad, laki-laki yang banyak membantu kehidupan nya.

__ADS_1


Sore hari nya Irsyad pulang ke rumah dinas, setelah ia menenangkan hati nya dari siang tadi, Irsyad masuk ke dalam rumah terlihat tempat nya sangat rapi, semua barang tersusun dengan baik, karena Irsyad saat siang tidak berselera untuk makan, Irsyad berfikir untuk makan bersama Sindi di rumah, pikir Irsyad Sindi pasti masak makanan yang enak di rumah, karena Sindi sangat pandai dalam mengolah makanan, mungkin bakat yang di warisi dari mama.


Terlihat pintu kamar tertutup rapat, Irsyad takut Sindi sedang berganti pakaian.


Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2